Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ulama Anggap Kasus NII Rekayasa Politik
Selasa, 20 Mei 2008 | 23:06 WIB

TEMPO Interaktif, BANDUNG:Forum Ulama Umat Indonesia menyatakan 17 anggota gerakan Negara Islam Indonesia yang baru-baru ini diringkus polisi adalah para anggota faksi NII gadungan pimpinan AS Panji Gumilang. ”Dari hasil investigasi tim FUUI, NII gadungan ini merupakan hasil rekayasa politik Orde Baru untuk kepentingan kekuasaan,”ujar Hedi Muhammad dari FUUI dalam jumpa pers di Bandung Selasa (20/5).

Adapun NII ideologis, berdasarkan hasil konfirmasi kepada mantan kuasa tertinggi DI/TII, Abdul Fatah Wiranagapati, ungkap Hedi, sudah tidak ada. ”Karena itu, meski mengklaim label Islam, gerakan ’NII’ ini dinyatakan sesat oleh FUUI,”katanya.

Kasus NII mencuat setelah Kepolisian Jawa Barat mencokok 35 anggota gerakan NII di tiga pemukiman di Bandung seperti Cihanjuang dan Cileunyi Kabupaten Bandung serta Riung Bandung, Kota Bandung. Hampir 17 orang diantaranya dinyatakan sebagai tersangka tindak pidana makar terhadap NKRI. Bahkan hingga kini ditahan di Polda Jawa Barat. “Mereka diduga kuat telah makar secara ideologi dan politik di bawah tanah,"kata Kepala Polda Jawa Barat Irjen Pol. Susno Duadji nya. (Koran Tempo, 13/5)

Ketua FUUI, Athian ’Ali menambahkan, gerakan itu tak murni menegakkan syariat Islam. Mereka yang ditangkap hanyalah orang sesat dalam memahami Islam atau karena kepentingan sekelompok orang. Karena itu, FUUI sepenuhnya mendukung polisi menumpas gerakan itu. Bahkan, Athian siap menghadirkan para mantan anggota kelompok itu untuk membantu penyelidikan dan penyidikan polisi. ”Setidaknya, sementara ini FUUI siap mendatangkan dua saksi mantan bupati ’NII’ yang pernah ditugaskan di pusat NII,”katanya. Athian sendiri menolak menyebut nama demi keamanan diri dan keluarga para calon.

Sejak Aprik 2001, FUUI sudah menyatakan NII pimpinan Panji Gumilang sebagai gerakan sesat. Alasannya, gerakan itu mengajarkan para anggotanya untuk mengkafirkan muslim di luar kelompoknya. Mereka juga menyatakan, salat dan puasa belum merupakan kewajiban. ”Mereka juga menyatakan, dosa perbuatan zinah bisa ditebus dengan uang Rp 200-250 ribu “ujarnya.

Athian mengaku, sejak 2001 pernah menerima kesaksian seorang wanita mantan anggota ’NII’ yang melakukan penipuan selama 4 tahun penuh demi ’negara’. Caranya, dengan menggelapkan dana sodaqoh yang dihimpun dari penumpang angkutan umum di bis-bis dan kereta api. Ada juga mahasiswa yang mengaku menggelapkan uang kuliah dan membuat surat palsu tentang permintaan bantuan dana kuliah seolah-olah surat itu dikeluarkan kampus tempat mereka kuliah.

Gerakan ini, kata Athian setidaknya memiliki 168.660 lebih anggota sekaligus korban dari gerakan ini di seluruh Indonesia. Mereka memungut uang hijrah Rp 2 juta ke setiap calon dan iuran wajib kepada negara, Rp 850 ribu per bulan. Belum termasuk ongkos dosa, dan qorban. Uang itu disetorkan ke pejabat yang lebih tinggi”Dan akhirnya gubernur menyetor ke ’pemerintah pusat’ di Al Zaytun, Indramayu. Semua saksi mengaku seperti itu (pusatnya di Alzaytun),’katanya.

Ia mengaku pernah melaporkan kasus ini ke Polda Jawa Barat, Kodam Siliwangi, dan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. ”Mereka sempat ditangkap tapi dilepas kembali. Setelah itu, isunya padam.”

Erick P Hardi

Dari Arsip Majalah TEMPO
Iblis dan Panggung untuk Chaidar  | 08 Desember 2003
Surga di Pelupuk Mata | 13 Oktober 2003
Memburu Anggota Wakalah Lampung  | 18 Agustus 2003
Gerakan Separatis Belum Usai | 18 Agustus 2003
Dokumen yang Terbungkam  | 03 Pebruari 2003
Mereka Membidik Azzaitun  | 02 Juli 2001
Darul Islam Jadi Ormas  | 12 Agustus 2002
Ditangkap untuk Dilepas Lagi?  | 22 April 2002
Gara-Gara Polisi Bingung  | 15 April 2002
Perampok atau Pejuang Islam | 08 April 2002
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Polisi Jawa Barat Amankan 17 Anggota Kelompok Sempalan
Al Zaytun Menolak Dikaitkan NII
Pemimpin NII Jalan Samali Lulusan Pesantren Al-Zaytun
Diduga Markas NII, Polisi Gerebek Rumah di Ciracas

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk123348 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data