|
Pejabat Cianjur Beda Pendapat soal BLT
Kamis, 22 Mei 2008 | 22:41 WIB
TEMPO Interaktif, CIANJUR:Dua pejabat di lingkungan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat berbeda pendapat soal pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) subsidi kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Jika Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja Transmigrasi Kependudukan Ruslin Hartono, menolak pemberian bantuan langsung tunai (BLT) subsidi kenaikan BBM, sebaliknya Bupati Cianjur H Tjetjep Muchtar Soleh mendukung kebijakan pemerintah pusat tersebut. "Secara prosedural kita tengah melakukan validasi data. Namun, jika berpikir logis, secara pribadi saya menolak lantaran bantuan itu tidak mendidik rakyat," kata Rusli di Cianjur, Kamis (22/5).
Menurut Rusli, pemerintah pusat terlalu panik ketika membuat rencana kenaikan harga BBM. Pemerintah juga terkesan ingin memanfaatkan dana APBN secara besar-besaran. "Coba pilih program yang dapat mendidik rakyat, bisa melalui program padat karya atau program lainnya," katanya.
Dia tidak bisa membayangkan, kasus penyaluran BLT tahun 2005 dan 2006 lalu yang sempat bermasalah, terulang lagi. Bahkan, penyaluran BLT terkesan ingin mempertontonkan kemiskinan dengan menyaksikan antrean warga. Dulu warga antre saat mengambil BLT, dari Kantor Pos Cianjur di Jalan Siti Jenab hingga pintu gerbang belakang Pendopo Kabupaten Cianjur di Jalan Siliwangi. Jaraknya lebih dari 200 meter. "Apa kita tidak malu melihat kondisi seperti itu?" ujarnya lagi.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Cianjur secara resmi mendukung penyaluran BLT dengan alasan membantu ekonomi warga. Menurut Bupati Cianjur Tjejep Muchtar, pemerintah pusat tak serta merta menyalurkan BLT kalau tidak ada alasan kuat. "Karenanya, jika tidak diterima, dana itu akan mubadzir" kata Tjejep usai meresmikan pembangunan SDN Jatisari bantuan dari PT Indosat Regional Jawa Barat di Kampung Citampele Desa Mentengsari Kecamatan Cikalongkulon, Kamis (22/5).
Namun Tjetjep mengakui, banyak kendala dalam penyaluran. Apalagi jumlah rumah tangga miskin yang akan menerima dana tersebut di Kabupaten Cianjur mencapai 700 ribu jiwa dari 2,1 penduduk di Kabupaten Cianjur.
Berdasarkan data, penerima BLT tahun 2005-2006, sebanyak 196.188 RTM. Besaran BLT sebesar Rp 300 ribu per triwulan. Selain BLT, pemerintah juga menyalurkan program keluarga harapan (PKH) tahun 2007, besaran dana Rp 600 ribu hingga Rp 2,2 juta per tahun itu diberikan kepada sekitar 3.050 RTM di tiga kecamatan.
Deden Abdul Aziz
INDEKS BERITA LAINNYA :
|