|
Kalimantan Selatan
Dua Kapal LCT Tenggelam Delapan ABK Hilang
Selasa, 26 April 2005 | 16:11 WIB
TEMPO Interaktif, Banjarmasin:Kapal jenis Landing Craft Tank (LCT) dengan nama lambung Agung Lestari tenggelam dihantam ombak besar 10 mil laut dari Muara Tabonio atau ambang alur Barito, Jum’at (22/4) malam.
Kapal yang mengangkut 15 unit alat berat senilai Rp 20 miliar itu dalam pelayaran dari Tanjung Priok menuju Banjarmasin dan Sagata Balikpapan. Delapan dari 13 anak buah kapal (ABK) hilang, sedangkan lima orang lainnya berhasil diselamatkan kapal nelayan.
Administratur Pelabuhan Banjarmasin telah mengerahkan Tim SAR gabungan untuk mencari korban dan posisi kapal LCT Agung Lestari yang tenggelam. "Dari laporan tim SAR, baik korban maupun posisi kapal belum ditemukan," kata Kepala Administrator Banjarmasin Wayan Sujatita Kedel kepada pers, Selasa (26/4).
Menurut Wayan, pencarian agak sulit karena ABK yang selamat, Kristian Ponto (Mualim I) tidak bisa menyebutkan lokasi pasti saat kapalnya dihantam ombak.
Hanya berselang satu hari, sekitar pukul 19.00 WITA, insiden serupa menimpa LCT Manumbar IX dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Kapal dengan ABK 18 orang itu tenggelam dihantam ombak besar, 52 mil laut dari muara Tabonia. Kapal itu mengangkut satu unit covayer untuk pertambangan batubara di Buntok Kalimantan Tengah, Namun, menurut Wayan, 18 ABK LCT Manumbar berhasil diselamatkan kapal nelayan. Mereka telah dibawa ke pelabuhan Tegal.
"Kedua kapal LCT yang tenggelam bersama muatannya, kebetulan satu agen pelayaran yakni PT Pelayaran Jasa Biduk Segara Banjarmasin," ujar Wayan.Khaidir R.
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|