Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Banjir di Kapuas

Belasan Desa di Kapuas Terendam Banjir
Selasa, 26 April 2005 | 21:47 WIB

TEMPO Interaktif, Palangkaraya:Hingga hari ini banjir masih merendam Kecamatan Kapuas Murung, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Sebanyak 17 desa, seperti Belawan ,Sei Pasah 1,Sei Pasah 2, Sei Pasah 3 hingga sei Pasah 8 terendam air.

Desa tambak Bajai dan Balawang adalah daerah terparah. Air menggenang hingga ketinggian 2 meter lebih. Di kedua desa ini ketinggian air akibat banjir kiriman dari kabupaten Barito Utara dan Barito Selatan telah mencapai atap rumah penduduk. Akibatnya masyarakat kedua desa yang jumlahnya mencapai 600 jiwa itu mengungsi ke beberapa desa tetangga yang aman dari banjir, seperti Desa Palangkau Lama dan Palangkau Baru.

”Selama sepekan ketinggian air setiap hari berubah-ubah. Kadang naik dan kadang
turun. Dan kemungkinan air akan bertambah tinggi jika di hulu (Barito Utara) curah hujan tetap tinggi,” Syahranie, 35 tahun, warga Desa Tambak Bajai yang terpaksa mengungsi.

Akibatnya, kata petani itu, padi yang saat ini baru ditanam menjadi rusak dan gagal panen. Untuk memenuhi kebutuhan hidup di pengungsian ia terpaksa hanya mengandalkan bantuan dari para donatur.

Sementara itu, ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) Desa Tambak Bajai, terpaksa menggunakan bangunan di pelabuhan sungai Desa Palangkau Lama untuk belajar. Ini terpaksa dilakukan mengingat sebentar lagi para siswa harus menghadapi ujian kenaikan kelas. ”Sekolah terpaksa meminjam geduang di Pelabuhan Palangkau Baru untuk melanjutkan belajar mengajar. Sebab sebentar lagi akan ada ulangan kenaikan kelas siswa. Sebab kalau libur terus jelas akan ketinggalan,” ujar Atikah, 45 tahun, warga Tambak Banjai.

Anggota DPRD Kalteng Syahrani Umran yang meninjau kawasan banjir itu mengatakan, warga sedang membutuhkan bahan makanan, terpal serta obat-obatan karena banyak masyarakat korban banjir terutama anak-anak yang serang terserang diare dan gatal-gatal.

Pemerintah Kabupaten Kapuas telah menyalurkan 15 ton beras. Namun itu sangat kurang. Untuk sekitar 20 ribu keluarga masih diperlukan sekitar 40 ton beras juga terpal. karana ww


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data