Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pengembang Keluhkan Kelangkaan Kayu
Kamis, 15 Maret 2007 | 09:44 WIB

TEMPO Interaktif, Palangkaraya:Pengusaha bidang pembangunan perumahan (developer) di Palangkaraya saat ini kesulitan menyelesaikan rumah yang mereka bangun. Hal ini dipicu kelangkaan kayu yang merupakan bahan pokok untuk membuat rumah selain semen dan batu.

Para pengusaha berharap pemerintah bisa mencarikan jalan keluar permasalahan ini. Bila tidak, bisa dipastikan pengembang peruamahan akan gulung tikar.

Menurut Bubun (45), seorang pengembang perumahan di Palangkaraya, kelangkaan kayu mulai dirasakan dua bulan lalu. Saat ini ia suadah membangun sekitar 20 unit rumah baru yang hampir selesai. Namun karena ketiadaan kayu, pekerjaan pembangunan atap tidak bisa dilakukan.

"Memang sejumlah pangkalan ada yang menjual kayu untuk pembangunan rumah. Tapi nampaknya kayu mereka itu hanya sisa kayu yang belum terjual. Sementara kayu baru pun tidak ada masuk di pangkalan. Jadi bila kita beli dipastikan tidak akan lengkap. Daripada beli kayu tidak bisa dipakai karena tidak lengkap mendingan tidak usah beli. Selain itu juga harganya sangat tinggi," ujarnya hari ini.

Menurut Wati (33), pemilik pangkalan kayu, saat ini pangkalannya kehabisan stok kayu untuk dijual. Hal ini karena tidak adanya pasokan kayu yang biasanya datang dari sekitar Kota Palangkaraya.

"Sejak gencarnya pihak aparat melakukan razia kayu, kami pemilik pangkalan tidak bisa menjual kayu. Dan sudah hampir satu bulan ini kami hanya menjual stok kayu yang masih tersisa di pangkalan. Bila stok kayu di pangkalan ini habis, kami jelas akan tutup dan tidak bekerja lagi," ujar Wati.

Karana WW

Dari Arsip Majalah TEMPO
Ada RIA, Ada Risha, Semua untuk Aceh | 14 Maret 2005
Bisnis Sepekan | 14 Maret 2005
Titik Terang di Seratus Hari | 20 Desember 2004
Kocek Dulu Baru Lokasi  | 20 April 1999
Setelah Mereka Berlayar di Daratan  | 03 November 2003
Bisnis Sepekan | 26 April 2004
Rumah Rp 20 miliar untuk Megawati | 04 Oktober 2004
Kecewa terhadap Pengembang  | 14 Juli 2003
Untuk Dirjen Anggaran  | 02 Juni 2003
Membuang Situ, Mendulang Banjir | 20 September 2004
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Perumnas Minta Pemerintah Tutup Kerugian
Rumah Susun Dicanangkan Maret
Perumnas Bangun Rumah Generik
Pajak Rumah Susun Belum Diputuskan
Skema Baru Rumah Sederhana Ditolak
Kementerian Perumahan Rakyat Tidak Bangun Rumah
Pemerintah Tolak Usul Jamsostek
Ribuan Sapi Divaksin untuk Cegah Bakteri Brucellosis
Holcim Indonesia Luncurkan Rumah Tahan Gempa
Realisasi Pembangunan Rumah Sederhana Minim
> selengkapnya...

Referensi

PENJELASAN KHUSUS SEKTOR PERMUKIMAN DAN PRASARANA WILAYAH

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk95549 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< March,2007>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data