Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Data 3.000 Keluarga Miskin Balikpapan Fiktif
Selasa, 11 Desember 2007 | 15:33 WIB

TEMPO Interaktif, Balikpapan:3.000 keluarga miskin (gakin) dari 28.000 jumlah keseluruhannya di Balikpapan, Kalimantan Timur, dipastikan fiktif dan tidak sesuai dengan kategori miskin pemerintah daerah setempat.

Data palsu ini diduga sudah ada semenjak perlakuan istimewa Pemerintah Balikpapan dengan alokasi minimal 2,5 persen dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah setempat. "Gakin, tapi faktanya memiliki motor, ponsel, rumah hingga mobil angkutan kota," kata Wali Kota Balikpapan Imdaad Hamid.

Kecurigaan pemda bermula dari pendataan Kantor Catatan Sipil Balikpapan atas jumlah gakin pada 2007. Laporan dari sejumlah pihak bahwa ada kejanggalan dalam pemberian KTP gakin yang dianggap bukan peruntukannya. "Kesalahan dari awal pendataan gakin," katanya.

Karenanya, pemda segera melakukan pengecekan ulang perekonomian warga miskin Balikpapan hasil pendataan Kantor Catatan Sipil. Warga mampu yang terbukti menyalahgunakan kebijakan gakin, kata Imdaad, akan dikenakan ketentuan pengembalian dana yang telah mereka terima. "Lebih pada kebijakan persuasif bagi mereka yang ketahuan mempergunakan dana gakin," tegasnya.

Realisasi alokasi gakin Balikpapan sebesar Rp 40 miliar pada tahun 2007 ini dipergunakan untuk keperluan pendidikan, pengobatan dan peningkatan sumber daya manusia gratis bagi para keluarga kurang mampu di Balikpapan. Catatan Sipil dengan koordinasi bersama para Ketua RT melakukan pendataan dan menerbitkan KTP khusus bagi para keluarga kurang mampu. "Alokasi gakin 2,5 persen dari APBD Balikpapan Rp 1 triliun," papar Imdaad.

Kepala Seksi Sistim Informasi Manajemen Kependudukan dan Data Capil Balikpapan, Hasullah Helmi, menyatakan adanya indikasi pemalsuan pendataan gakin. Pemalsuan ditengarai berjenjang dari pendataan RT, kelurahan, kecamatan hingga Badan Perencanaan Pembangunan Balikpapan. "Tugas kami hanya mengolah data saja," keluhnya.

Sikap mental warga Balikpapan, lanjut Helmi, turut mempengaruhi peningkatan jumlah gakin yang mengharapkan bantuan pemda. Mayoritas gakin Balikpapan menolak penghapusan namanya dari data capil. "Mereka marah di kelurahan, tapi terpaksa dihapus dari data gakin," tuturnya.

Kantor Catatan Sipil Balikpapan akan menghapus 7.470 data gakin yang dianggap tidak layak, meskipun terjadi penambahan 7.500 peserta gakin baru.

SG Wibisono


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kalimantan Timur Gratiskan Pengobatan Pasien Miskin
Pasien Miskin Protes Pelayanan Rumah Sakit Jember
Solo Tambah Anggaran Kesehatan Warga Miskin
Warga Blitar Mendapat Santunan Kematian
Rumah Sakit Pandeglang Pulangkan Pasien Miskin
Penanganan Khusus untuk Daerah Tertinggal
7,49 Persen Warga Bekasi Miskin
Pemegang Askeskin Ditolak Berobat di Serang
Rumah Sakit Ponorogo Diduga Telantarkan Pasien Miskin
PT Askes Berutang, 48 Pasien Miskin Gagal Dioperasi
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk113325 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pengunjung Taman Mini Naik 100 Persen
Jalur Busway Ragunan Macet Total
Ongkos Haji Plus Naik US$ 500
Tidak Ada Lagi Kenaikan BBM
Seleksi Lembaga Perlindungan Saksi Dimulai Besok

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data