Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

83 Izin Perkebunan Besar di Kalimantan Tengah Dicabut
Rabu, 12 Desember 2007 | 14:57 WIB

TEMPO Interaktif, Palangkaraya:Pemerintah Kalimantan Tengah mencabut izin 83 perkebunan besar swasta yang tidak serius menjalankan usahanya. Mereka mengantongi izin lokasi tanpa melakukan aktivitas perkebunan. Keputusan itu diungkapkan Wakil Gubernur Achmad Diran di Palangkaraya hari ini.

"Hingga tanggal 10 Desember lalu sudah ada 83 yang akan tereliminasi. Jadi Pak Gubernur dan kami secara tegas mencabut izin tersebut. Karena izinnya cuma dipegang, tapi tidak ada realisasinya. Itu artinya menutup peluang investor lainnya," katanya tanpa merinci nama dan lokasi 83 izin PBS dimaksud.

Sikap tegas itu, kata dia, karena melihat ada kecenderungan izin-izin itu hanya dibiarkan begitu saja tanpa ada kejelasan. Selain itu, langkah tersebut untuk menghindari kemungkinan adanya calo perizinan yang hanya mengantongi izin dan kemudian menjualnya kepada pihak lain.

Diran menyebutkan, dari 313 izin PBS yang ada, baru 103 unit yang aktif dan beroperasi. Sementara 210 unit sisanya sedang dievaluasi, termasuk 83 unit di antaranya yang diputuskan akan segera dicabut.

Minat investor menanamkan investasinya di sektor perkebunan diakui cukup tinggi. Saat ini tercatat sudah 113 perusahaan besar yang mengajukan permohonan izin, meliputi perkebunan sawit dan karet.

Namun, Diran menegaskan pihaknya akan lebih selektif dalam memberikan perizinan baru dengan mempertimbangkan banyak hal. Bahkan saat ini pihaknya sedang mengevaluasi perizinan yang telah dikeluarkan oleh bupati/wali kota di Kalteng.

"Sekarang di Kalteng sudah ada 500 ribu hektare lebih perkebunan sawit. Pemohon sudah 113 perusahaan untuk sawit dan karet, tetapi kami sangat selektif sekali dalam pemberian izin. Izin yang ada saja sedang kami evaluasi," tukas Diran.

Menurutnya, perkembangan sektor pertambangan maupun pertanian secara luas cukup menggembirakan. Bahkan sektor ini sudah menggeser sektor kehutanan yang pernah menjadi andalan Kalteng. Jika sebelumnya Kalteng mampu memproduksi 8 juta meter kubik kayu per tahun, kini hanya ditargetkan sebesar 1,8 juta meter kubik per tahun.

Karana WW


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Sumatra Selatan Targetkan 130.000 Ton Jagung
Laba Tunas Baru Lampung Naik 38 Persen
Minat Masyarakat Lokal Jadi Pekerja Sawit Rendah
Ribuan Petani Nenas Subang Gugat PT Perkebunan VIII
Wajo Kembangkan 10 Ribu Hektar Tanaman Murbei
Kawanan Banteng Serang Perkebunan
Petani Mengeluh Harga Cengkeh Rendah
Musim Tanam Padi di Bekasi Mundur
HM Sampoerna Sumbang Petani Gorontalo
Sengketa Lahan Karet Merugikan PTPN
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk113414 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

TNI AL Tangkap Kapal Tanker Pembuang Limbah
IPB Kembangkan Sentra Benih Kedelai di Luar Jawa
Diduga Perampok, Mobil Fortuner di Hancurkan Massa
Empat Calon DPD Sumatera Selatan Terancam Gugur
Verifikasi Faktual DPD Lampung Terancam Molor

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data