|
Harga Elpiji di Muara Teweh Naik 100 Persen
Rabu, 23 Januari 2008 | 11:21 WIB
TEMPO Interaktif, Palangkaraya:Kelangkaan elpiji terjadi di Kota Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, hampir dua pekan terakhir. Akibatnya harga elpiji di kabupaten bagian utara Provinsi Kalimantan Tengah itu melonjak tajam hingga 100 persen.
Peningkatan ini terjadi pada elpiji ukuran 12 kilogram dari harga semula Rp 75 ribu per tabung naik 100 persen menjadi Rp 150 ribu per tabung.
Kenaikan harga elpiji di tingkat pengecer ini diduga karena minimnya pasokan elpiji dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sementara di sisi lain permintaan meningat.
Menurut Dina Mardiana (33), seorang penjual elpiji di Kota Muara Teweh, kenaikan harga elpiji ini dikarenakan pihaknya sangat sulit mendapatkan pasokan elpiji dari Banjarmasin. "Memang beberapa waktu lalu kami mendapatkan pasokan elpiji ukuran 12 kilogram sebanyak 350 buah tabung, namun habis dalam waktu singkat yang dibeli oleh toko-toko pengecer," katanya.
Akibat banyaknya permintaan, para pengecer ini memanfaatkan kesempatan dengan menjual elpiji dengan harga Rp 150 ribu. "Tapi karena masyarakat perlu, maka tetap dibeli," ujarnya. Dina mengaku menjual elpiji di toko miliknya dengan harga Rp 80 ribu.
Firman, seorang warga di Jalan Dahlia, Kota Muara Teweh, mengaku sulit menentukan pilihan antara elpji dan minyak tanah yang sama-sama langka keberadaanya. "Padahal kami menggunakan elpiji ini merupakan pilihan terakhir setelah minyak tanah sulit didapat," ujarnya.
Karana WW
INDEKS BERITA LAINNYA :
|