Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

BPKP Temukan Banyak Pelanggaran BOS di Kalimantan Timur
Jum'at, 25 Januari 2008 | 16:36 WIB

TEMPO Interaktif, Samarinda:Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalimantan Timur dalam auditnya pada Juni 2007 menemukan banyak pelanggaran dalam penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Dari sampling audit di empat kota dan satu kabupaten, ditemukan pelanggaran yang menonjol berupa penggelembungan jumlah siswa dan penerbit yang tidak membayarkan pajak PPH pasal 22.

BPKP mengaudit di Kota Balikpapan 23 SD dan SMP, Kota Samarinda 13 sekolah, Kota Bontang 6 sekolah, Kota Tarakan 2 sekolah. Dari rekapitulasi Dinas Pendidikan Kalimantan Timur atas tindak lanjut temuan penggelembungan jumlah siswa ini, terdapat 50 persen yang belum mengembalikan.

Juru Bicara Tim BOS Provinsi Rosita Puja Wahyuni menyatakan sebenarnya batas akhir pengembalian pada Desember 2007 dan telah dikirimkan surat teguran kedua kepada sekolah yang belum mengembalikan.

Rosita mengaku kesulitan memaksa sekolah untuk segera mengembalikan karena wilayah itu merupakan kewenangan Dinas Pendidikan di kabupaten dan kota. "Mungkin pekan depan kami kembali akan mengirimkan surat teguran ketiga," katanya.

Rosita tidak bersedia menyebutkan kerugian keuangan atas pelanggaran ini. Alasannya, Diknas hanya menerima laporan audit dan menindaklanjuti dengan menegur Disdik kabupaten dan kota.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Kantor BPKP Kalimantan Timur, Hotman Napitupulu, mengatakan temuan implementasi dana BOS ini sifatnya hanya kesalahan manajerial dan pelanggaran itu harus dipenuhi oleh sekolah.

Terkait angka-angka yang ditimbulkan akibat pelanggaran implementasi BOS, ia menyerahkan ke Disdik karena berkas telah diserahkan. "Kami sudah menyerahkan ke Diknas Kaltim, tinggal mereka yang menindaklanjuti," katanya.

Firman Hidayat

Dari Arsip Majalah TEMPO
Si Jenius yang Religius | 11 April 2005
Album | 28 Pebruari 2005
Berpacu Melawan Keterbatasan | 31 Januari 2005
Yang Bangkit di Bawah Tenda | 31 Januari 2005
Surat Pembaca | 24 Januari 2005
Berprestasi atau Tidak, Tergantung Ibu  | 29 Desember 1998
Nasib Mahasiswa  | 29 Desember 1998
Guru Autisme  | 22 Desember 1998
Dilatih Berani Bertanggung Jawab  | 22 Desember 1998
Carilah Pemimpin Sampai ke Amerika  | 22 Desember 1998
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Tangerang Naikan Insentif Guru Rp 300 Ribu
Siswa SMKN 10 Surabaya Diizinkan Ikut Ujian
Bantuan Skripsi Mahasiswa di NTB Rp 1 Juta
489 Madrasah di Tangerang Dapat Bantuan Pendidikan
78 Ribu Warga Jakarta Buta Aksara
DPR Bentuk Panitia Kerja Guru
Dana Bos SD Rawan Pungli
94 Guru Menerima Citi Succes Fund
Karanganyar Dirikan 2.000 Pos Pendidikan Anak Usia Dini
Pemerintah Utamakan Infrastruktur Ketimbang Pendidikan
> selengkapnya...

Referensi

Jalan Panjang Ujian Negara
Sebuah Hajat dengan Seribu Kebijakan

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk116191 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Ongkos Haji Plus Naik US$ 500
Tidak Ada Lagi Kenaikan BBM
Seleksi Lembaga Perlindungan Saksi Dimulai Besok
Komisi Yudisial Jadwalkan Periksa Khaidir
Pembahasan Air Bersih di Tangerang Mandek

<< January,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data