|
Jalur Perbatasan Malinau-Tana Tidung Rusak Parah
Jum'at, 22 Pebruari 2008 | 13:28 WIB
TEMPO Interaktif, Malinau:Jalur perbatasan antara Malinau-Tana Tidung, Kalimantan Timur, rusak parah dengan kondisi jalan berlumpur serta berlubang sedalam 1 meter. Kerusakan jalan mencapai 75 persen dari jarak tempuh 80 kilometer.
"Jalur perbatasan ini memang belum tersentuh pembangunan Kaltim," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Pemerintahan Provinsi Kaltim, Sulaiman Gafur.
Dari pantauan Tempo, jalur perbatasan ini terbilang jauh tertinggal dibandingkan daerah lainnya di wilayah selatan Kaltim. Hanya kendaraan dengan perlengkapan off road yang mampu melintasi kawasan yang berbatasan dengan Malaysia ini.
"Kami di sini sudah 14 hari dari Samarinda menuju Malinau," kata Bagus, salah satu sopir truk memuat peralatan bangunan. Rombongannya terjebak di jalur alternatif kilometer 30 Dusun Rian, Kecamatan Sesayap, Tana Tidung. "Truk akan terguling bila dipaksakan."
Sulaiman mengakui belum maksimalnya pembangunan sarana prasarana jalan perbatasan yang rencananya menjadi jalur trans menghubungkan seluruh Kalimantan. Kaltim sekarang ini masih membutuhkan pembangunan jalan perbatasan sepanjang 500 kilometer menghubungkan Malinau dan Nunukan. Sebelumnya Kaltim sudah membangun jalur sepanjang 430 kilometer menghubungkan Malinau-Simenggaris.
Tahun 2008 ini, kata Sulaiman, tersedia Rp 250 miliar anggaran pemerintah pusat didukung Rp 50 miliar kas Kaltim untuk pembangunan sarana jalan perbatasan. Adapun pembangunan jalan perbatasan Kaltim secara keseluruhan telah menyedot anggaran sebesar Rp 400 miliar alokasi daerah dan pusat.
Menurut Sulaiman, jumlah tersebut tidak mencukupi untuk pembangunan jalur trans Kalimantan sebagai upaya pengamanan perbatasan. Jalur trans Kalimantan diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar Rp 2,2 triliun. "Seluas 70 persen kawasan masih berupa hutan. Sekarang ini baru terbangun 30 persen saja," ungkapnya.
SG Wibisono
INDEKS BERITA LAINNYA :
|