|
Tidak Terwakili, Warga Dayak Protes
Sabtu, 01 Maret 2008 | 11:55 WIB
TEMPO Interaktif, Samarinda:Sekitar 50 warga Dayak yang tergabung dalam Persatuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) kecewa atas penentuan pasangan calon oleh partai politik. Dari empat pasangan calon yang telah resmi diusung parpol, tak satu pun yang mewakili mereka.
Kekecewaan ini mereka lampiaskan dengan memprotes parpol pengusung. Jumat (29/2) malam mereka mendatangi Sekretariat PDIP dan Golkar untuk memprotes pengusungan pasangan kandidat.
Protes mereka berujung pada keinginan untuk merusak kedua sekretariat parpol tersebut. Namun aksi ini berhasil diatasi oleh polisi yang telah berjaga-jaga sebelumnya.
Polisi menggiring mereka untuk kembali ke Sekretariat PDKT malam itu juga. Namun kekecewaan mereka masih tampak.
"Ini adalah negara demokrasi yang membebaskan untuk berpendapat, tapi jangan sampai mengacaukan Kalimantan Timur yang sangat kondusif ini," kata Wakil Kepala Kepolisian Kota Besar Samarinda Komisaris Besar Hadi Purnomo kepada warga etnis dayak.
Dalam verifikasi calon PDIP, masuk nama Yurnalis Ngayoh yang dianggap mereka mewakili etnis Dayak. Sedangkan di Partai Golkar ada nama Martin Billa, Bupati Malinau, yang juga dianggap mewakili etnis Dayak yang akan diusung sebagai calon wakil gubernur dari partai itu. Tapi, belakangan keduanya tidak lolos dalam penentuan oleh parpol.
Sehari sebelumnya Sekretariat DPD PDIP Kalimantan Timur dirusak oleh belasan orang tak dikenal. Perusakan juga terjadi di Sekretariat PAC PDIP Samarinda Utara pada malam yang sama. Akibat ulah orang tak dikenal itu, kaca depan kedua sekretariat partai berlambang banteng moncong putih ini pecah. Plang nama pun dirusak. Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Firman
INDEKS BERITA LAINNYA :
|