|
Nelayan Kalimantan Tengah Sulit Tingkatkan Tangkapan
Rabu, 12 Maret 2008 | 13:55 WIB
TEMPO Interaktif, Palangkaraya:Nelayan di sepanjang pesisir pantai Kalimantan Tengah kesulitan meningkatkan hasil tangkapannya dan terus mengalami stagnasi dalam beberapa tahun terakhir.
Armada paling besar hanya memiliki kapasitas 15 gross ton, jauh dari kapasitas kapal penangkap ikan modern milik nelayan Kalimantan Selatan atau Jawa. Mereka juga kebanyakan hanya membekali perahu dengan jaring tangkap tradisional yang tidak banyak menghasilkan ikan.
"Kesulitan utama pengembangan produksi ikan tangkap disebabkan perahu dan alat tangkap yang dimiliki belasan ribu nelayan Kalteng masih sangat sederhana," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalteng Darmawan kepada wartawan di Palangkaraya, Rabu (12/3).
Tiap tahun produksi perikanan di Kalteng hanya sekitar 80 ribu ton dan tidak pernah mengalami penambahan. Hampir semua hasil tangkapan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan lokal.
Menurut Darmawan, produksi ikan yang dapat dipacu tiap tahun hanya dari perikanan budidaya, seperti budidaya udang, patin, lele, gurame, dan nila yang terus mengalami peningkatan.
Dalam setahun, produksi ikan budidaya baru mencapai 6.000-an ton dan sebagian besar masih dipasok untuk memenuhi kebutuhan lokal setempat dengan harga yang cukup tinggi.
"Harga ikan budidaya memang mahal di Kalteng, sebagai dampak mahalnya harga pakan yang harus didatangkan langsung dari Jawa serta besarnya modal jenis usaha ini," tegas Darmawan.
Karana WW
INDEKS BERITA LAINNYA :
|