Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Buta Aksara di Kutai Kartanegara Tertinggi
Sabtu, 15 Maret 2008 | 15:25 WIB

TEMPO Interaktif, Samarinda:Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memiliki jumlah warga buta aksara tertinggi hingga tahun ini. Data Dinas Pendidikan Kalimantan Timur mencatat di kabupaten terkaya itu masih terdapat 13.572 warga tak bisa membaca.

Dinas Pendidikan mencatat masih terdapat 50.971 jiwa buta aksara yang tersebar di seluruh wilayah Kalimantan Timur. Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah dan Pembinaan Pemuda Rustinah Rasyid menyatakan, dibandingkan tahun sebelumnya angka buta aksara telah menurun sebanyak 11.000 jiwa. "Akhir 2006 tercatat 61.971 jiwa," kata Rustinah saat dihubungi hari ini.

Penyebab tingginya angka buta aksara di provinsi ini karena masih banyak warga yang tinggal di perbatasan dan pedalaman serta pesisir yang jauh dari jangkauan sekolah. Selain Kukar, di Kabupaten Paser masih terdapat 8.752 jiwa, Kota Samarinda 6.997 jiwa. Kemudian Kabupaten Kutai Barat 5000 jiwa, Kabupaten Bulungan 4.358 jiwa, Kabupaten Kutai Timur 3.613 jiwa.

Untuk pengentasan buta aksara tahun 2008 dari APBD provinsi telah dianggarkan Rp 7 miliar dengan target pengentasann 10.000 jiwa. Dana itu untuk kegiatan satu semester. "Kami masih mengharapkan APBD kabupaten/kota juga menganggarkan dananya untuk program lanjutannya," ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Bupati Kukar Samsuri Aspar membantah data tersebut. Alasannya, Disdikpora Kukar berhasil meraih penghargaan pendidikan untuk pengentasan buta aksara pada tahun 2007. "Tidak mungkin jumlahnya sampai segitu, salah itu datanya," katanya.

Kabupaten Kukar sejak lama telah menggratiskan biaya sekolah bagi warganya. Menurut Samsuri, pemerintah telah mengalokasikan 20 persen anggaran pendidikan, sehingga tentunya telah mampu mengurangi angka buta aksara.

Firman Chiqo

Dari Arsip Majalah TEMPO
Si Jenius yang Religius | 11 April 2005
Album | 28 Pebruari 2005
Berpacu Melawan Keterbatasan | 31 Januari 2005
Yang Bangkit di Bawah Tenda | 31 Januari 2005
Surat Pembaca | 24 Januari 2005
Berprestasi atau Tidak, Tergantung Ibu  | 29 Desember 1998
Nasib Mahasiswa  | 29 Desember 1998
Guru Autisme  | 22 Desember 1998
Dilatih Berani Bertanggung Jawab  | 22 Desember 1998
Carilah Pemimpin Sampai ke Amerika  | 22 Desember 1998
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

DPRD DKI Setujui Beasiswa untuk 23 Ribu Siswa
Biaya Pendidikan di Jakarta Naik Dua Kali Lipat
Anggaran Pendidikan Dipangkas, Ribuan Guru Turun ke Jalan
Jawa Tengah Alokasikan 20 Persen Anggaran untuk Pendidikan
Pemerintah Siapkan 170 Ribu Beasiswa untuk Mahasiswa Miskin
Dewan Cianjur Minta Buku Karikatur Seri Pahlawan Nasional Ditarik
BPKP Temukan Banyak Pelanggaran BOS di Kalimantan Timur
Tangerang Naikan Insentif Guru Rp 300 Ribu
Siswa SMKN 10 Surabaya Diizinkan Ikut Ujian
Bantuan Skripsi Mahasiswa di NTB Rp 1 Juta
> selengkapnya...

Referensi

Jalan Panjang Ujian Negara
Sebuah Hajat dengan Seribu Kebijakan

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk119300 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Jenazah Sophan Tiba Di Bandara Soekarno Hatta
DKI Sisir Kawasan Radio Dalam
Rumah Duka Sophan Sophian Dikerumuni Wartawan
Menabrak Pakem Seni Trimatra
Sophan Meninggal Dalam Perjalanan Ke Rumah Sakit

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data