Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Taman Nasional Sebangau Ditanami 100 Ribu Pohon
Selasa, 15 April 2008 | 13:20 WIB

TEMPO Interaktif, Palangkaraya:Garuda Indonesia, World Widelife Fund (WWF) Indonesia dan Departemen Kehutanan hari ini melakukan penanaman 100 ribu pohon di lahan seluas 250 hektar di hulu Sungai Sebangau, Taman Nasional Sebangau, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.

Penanaman pohon itu merupakan upaya rehabilitasi kawasan hutan gambut yang memiliki nilai ekologis tinggi. Turut hadir pada penanaman pohon, anggota Dewan Pertimbangan Bidang Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan Prof Emil Salim, Presiden dan CEO Garuda Indonesia Emirsyah Satar, Direktur Eksekutif dan CEO WWF Indonesia Mubariq Ahmad, Badan Pembina WWF Erna Witoelar, dan Ketua Badan Pengawas WWF Tati Darsoyo, serta Gubernur Kalteng Teras Narang.

Dalam sambutannya, CEO Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengungkapkan rasa puasnya dengan gerakan penanaman pohon itu. "Penanaman rehabilitasi ini merupakan kepedulian Garuda Indonesia terhadap kegiatan konservasi," katanya.

Rehabilitasi itu juga sebagai upaya clear sky demi penerbangan mendatang. "Program reforestasi ini adalah salah satu dari sejumlah program yang disiapkan Garuda Indonesia menuju maskapai yang peduli lingkungan," katanya.

Untuk menanam 100 ribu pohon di lahan seluas 250 hektare, pihak Garuda Indonesia menyisihkan dana dari hasil penjualan tiket setiap penumpang rute penerbangan dari Australia dan Jepang ke Indonesia. "Selain itu kami juga membuka website di Jepang yang menyerukan bila ada warga di sana akan ikut menyumbang pohon tanpa perlu naik pesawat juga kami persilakan," ujarnya.

Sementara itu, Menurut Kepala Balai TN Sebangau, Drasospolino, kegiatan ini sejalan dengan kolaborasi pengelolaan kawasan konservasi yang dikembangkan pemerintah. "Inisiatif ini adalah dukungan penting bagi salah satu dari lima program kebijakan Departemen Kehutanan, yaitu rehabilitasi dan konservasi," ujarnya.

Taman Nasional Sebangau mempunyai luas 568.700 hektare, merupakan habitat populasi orangutan terbesar di dunia. Taman nasional yang terletak di Kabupaten Pulang Pisau, Katingan dan Kota Palangkaraya ini merupakan tempat hidup sekitar 106 jenis burung, 35 jenis mamalia. Selain itu, juga merupakan hutan transisi, hutan tegakan tinggi dan hutan campuran. Dari total luasan Taman Nasional Sebangau, ada sekitar 10,21 persen atau kurang lebih 58 ribu hektare merupakan degraded land dan perlu diperbaiki.

Karana WW


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Areal Lahan Kritis Serang Ditanami
1,7 Juta Hektar Lahan Kritis Dihijaukan Tahun Ini
DPRD Jawa Timur Minta Reboisasi Hutan Dirampungkan
Kalla: Dana Hasil Hutan Jangan Disimpan di Bank
Jawa Barat Butuh 600 Juta Bibit Pohon
Kota Tasikmalaya Butuh 60.000 Pohon
Penghijauan di Bekasi Butuh Waktu 100 Tahun
Pembalakan Hutan di Kalimantan Berkurang
Tokoh Riau Dukung Kehadiran Greenpeace
Rehabilitasi Lahan Kritis Baru 30 Persen
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk121277 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

IPB Kembangkan Sentra Benih Kedelai di Luar Jawa
Diduga Perampok, Mobil Fortuner di Hancurkan Massa
Empat Calon DPD Sumatera Selatan Terancam Gugur
Verifikasi Faktual DPD Lampung Terancam Molor
Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data