|
Kabupaten Pulang Pisau Kesulitan Kayu Olahan
Selasa, 29 April 2008 | 14:49 WIB
TEMPO Interaktif, Palangkaraya:
Sejak tiga tahun terakhir ini, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah kesulitan mendapatkan bahan baku kayu olahan untuk membangun gedung dan rumah. Selama ini warga membeli kayu ke Palangkaraya yang berjarak 120 Kilometer atau 2 jam perjalanan dari Pulang Pisau.
Menurut Wakil Bupati Pulang Pisau Darius Yansen Dupa, kondisi itu terjadi karena di Pulang Pisau tidak ada perusahaan Hak Pengusahaan Hutan (HPH) sehingga pasokan kayu didatangkan dari luar daerah.
"Warga mengadu ke saya, untuk mencari peti kayu saja harus pergi Palangkaraya," kata Darius. Untuk itu, dia berharap pemerintah provinsi, Kabupaten dan aparat duduk satu meja untuk membicarakan masalah tersebut.
Secara terpisah Gubernur Kalteng Teras Narang mengakui masih lemahnya koordinasi antara pemerintah provinsi, kabupaten dan aparat mengenai penyelesaian kayu untuk kebutuhan lokal. Sebenarnya pemerintah punya kebijakan untuk pemenuhan kayu lokal.
"Warga cukup bawa surat izin dari camat, lurah atau lainnya untuk angkut kayu. Tapi sayang, mekanisme itu tidak jalan," ujarnya. Oleh kaena itu, 2 Mei mendatang, gubernur dan jajarannya akan rapat koordinasi untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Karana WW
INDEKS BERITA LAINNYA :
|