|
Gubenur Minta Aparat Selidiki Kematian Praja
Selasa, 06 Mei 2008 | 13:59 WIB
TEMPO Interaktif, Palangkaraya:Gubernur Kalimantan Tengah Teras Narang meminta aparat penegak hukum menyelidiki meninggalnya praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dari daerahnya, Chrish Benhard. “Saya prihatin dengan kejadian ini,” katanya tadi siang.
"Saya telah perintahkan sekretaris daerah untuk menugaskan beberapa staf guna menyelidikinya. Kami harus tahu penyebab kematiannya,” katanya. Teras mengaku sudah mengontak orang tua korban dan memberi tahu soal ini. “Pada prinsipnya mereka bisa menerima musibah ini,” katanya.
Selain itu, Teras juga sudah menghubungi Rektor IPDN. “Dikatakan penyebab kematian korban memang sesuai hasil pemeriksaan dokter,” katanya. “Namun saya katakan padanya bahwa itu baru penjelasan awal dan tetap harus menunggu penyelidikan aparat penegak hokum.”
Tadi pagi, 08.07, jenasah Chris Bernard tiba di Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, dengan Pesawat Garuda Indonesia Airlines. Sekitar seratus sanak keluarga korban menyambutnya. Jenazah dibawa ke rumah duka Jalan Anggrek nomor 57 Palangkaraya untuk disemayankan.
Rencananya akan dimakamkan pada Kamis (8/5) di Komplek Kuburan Nasrani Jalan Tjilik Riwut Km 2 Palangkaraya. Chrish Benhard, merupakan praja tingkat IV dan pertengahan tahun ini seharusnya diwisuda. Dan masuk IPDN pada Tahun 2004 lalu dan merupakan angkatan terakhir.
Keluarga korban yang diwakili Labih Mahat Binti ketika menyambut kedatangan jenazah pada Selasa (6/5) di Palangkaraya mengatakan pihak keluarga menerima kabar meninggalnya Praja Crish Benhard pada Minggu (4/5).
Setelah itu, kata Labih, keluarga korban menghubungi Direktur Reserse Kriminal Polda Jawa Barat Komisaris Besar Aridono Sumakto, untuk meminta dan memohon dilakukan penyelidikan. “Penyidik menyimpulkan tidak ada unsur pidana. Sehingga atas nama keluarga kami dengan besar hati menerima kepulangan keponakan kami dengan lapang hati,” kata Labih yang juga paman almarhum.
Pembantu Rektor III bidang pengasuhan IPDN Djufrie Sinaro juga datang ke rumah duka. Dia bilang diutus Rektor IPDN. “Tentang hasil laporan dari IPDN saya tidak membawa dan saya datang kesini hanya mengantar jenasah,” katanya. KARANA WW
INDEKS BERITA LAINNYA :
|