|
Perompakan Batu Bara Marak di Sungai Mahakam
Kamis, 15 Mei 2008 | 11:01 WIB
TEMPO Interaktif, Balikpapan:
Perompakan batu bara masih marak di Balikpapan. Polda Kalimantan Timur selama 5 bulan terakhir ini mencatat terdapat 25 kasus perompakam batu bara di sepanjang Sungai Mahakam. Dari kasus itu, puluhan tersangka sudah ditangkap dan ratusan ton batu bara dijadikan barang bukti.
Menurut Direktur Polisi Air dan Laut Polda Kaltim, Komisaris Besar Haris Fadillah didampingi Kepala Seksi Pembinaan dan Penegakan Hukum, Ajun Komisaris Wahyu Kuncoro, modus para pelaku adalah memepet tug boat bermuatan batu bara, lalu memindahkan muatan itu ke dalam perahu klotok mereka.
Akibat pencurian itu, perusahaan kehilangan batu bara hingga 100 ton dari kapasitas keseluruhan 900 ton pada setiap kapal.
Untuk mengantisipasi perompakan itu, Polda Kaltim, kata dia, sudah meningkatkan pengamanan kawasan sepanjang Sungai Mahakam. Setiap hari sedikitnya terdapat 4 hingga 5 kali patroli kapal polisi dan penambahan pos Polairud di Samarinda.
Kasus terbaru, polisi membekuk komplotan perompak batu bara pimpinan tersangka inisial JR, TP, RM dan SN di perairan Harapan Baru Sungai Mahakam Samarinda. Berhasil diamankan barang bukti 60 ton batu bara.
Sebelumnya, polisi menangkap 9 pencuri batu bara yakni Usman, Kamiluddin, Buddin, Moslon, Hendra, Hendra Irawan, Jafar, Lukman dan Ilyas. Mereka tertangkap tangan sedang beraksi di perairan Kutai Kartanegara saat itu menarik dua kapal tongkang dimana masing - masing memuat 1,5 dan 0,5 ton batu bara.
SG Wibisono
INDEKS BERITA LAINNYA :
|