|
Dua Pengikut RMS Ditangkap
Jum'at, 25 April 2008 | 10:12 WIB
TEMPO Interaktif, Ambon:Dua orang pengikut Republik Maluku Selatan (RMS) ditangkap aparat keamanan. Mereka ditangkap di RT 002/RW 03 Benteng, Kelurahan Kudamati, Nusaniwe, Ambon, pada Kamis petang (24/5).
Keduanya adalah Martin Telussa, diduga bendahara RMS, dan istri Martin, Ny. Eny Telussa, beserta barang bukti berupa dua lembar bendera RMS berukuran 1,5 meter, satu buku sejarah RMS yang ditulis dalam bahasa Belanda, tiga lembar surat terkait RMS dari Belanda dan satu tirai bambu bergambar bendera RMS.
Kedua orang ini sudah lama menjadi inceran polisi. Barang bukti tersebut ditemukan dalam sebuah kardus air minum mineral. Dua lembar bendera dengan julukan benang raja itu disembunyikan dalam kaleng biskuit. Sedangkan tirai bambu bergambar bendera RMS ditemukan di bawah kasur.
Warga Kudamati yang berada di sekitar TKP tidak mencurigai jika kedua orang tersebut pentolan RMS di kawasan tersebut. Bahkan warga setempat tidak mengetahui jika anggota Resmob Polda Maluku akan melakukan penangkapan di wilayah tersebut. Saat ditangkap, Martin mengaku jika ia menjadi bendahara RMS di bawah kepemimpinan Simon Saiya, yang masih buron saat ini.
Tidak terlihat adanya aktivitas untuk memperingati HUT RMS pada 25 April ini di Kota Ambon dan beberapa daerah yang selama ini diduga basis RMS. Hingga siang ini, baik di Kota Ambon, Aboru dan Saparua serta Pulau Seram, yang setiap tahunnya ditemukan bendera RMS dikibarkan, tidak ditemukan bendera RMS yang dikibarkan.
Kondisi Kota Ambon juga normal. Semua aktivitas, baik pendidikan, perekonomian dan perkantoran, berlangsung normal. Penjagaan kali ini dilakukan dengan pengamanan tertutup. Berbeda dengan tahun sebelumnya, aparat keamanan kali ini lebih terfokus pada pengamanan terutup untuk membatasi gerak para pengikut dan simpatisan RMS. Sedangkan pada titik-titik yang dianggap rawan, dilakukan pengamanan tertutup dan terbuka secara berlapis.
Untuk mengantisipasi gerakan RMS, Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease menyiagakan sekitar 500 personel untuk pengamanan menjelang HUT RMS dengan sandi Operasi Merah Putih Siwalima. "Personel ini untuk mendukung fungsi intelijen yang sudah diturunkan beberapa hari lalu," kata Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Ajun Komisaris Besar Didik Agung Widjanarko kepada wartawan di Ambon.
Mochtar Touwe
INDEKS BERITA LAINNYA :
|