|
Karyawan Kayu Lapis Buka Blokade Jalan
Senin, 28 April 2008 | 18:16 WIB
TEMPO Interaktif, Ambon:Sekitar 1000 orang bekas karyawan PT Artika Optima Inti (AOI), perusahaan kayu lapis milik Djayanti Group di Waisarissa, Kairatu, Seram Bagian Barat, Maluku, membuka pemblokiran jalan poros Piru Kairatu, Senin (28/4) pukul 16.30.
Blokade jalan itu dibuka setelah Kepala Kepolisian Resor Seram Bagian Barat Ajun Komisaris Besar Muhammad Nasihin, berjanji akan mempertemukan para pengunjuk rasa dengan Bupati Seram bagian Barat Jacobus F. Puttileihalat, besok (Selasa, 29 April). Hari ini Jabobus masih berada di Jakarta.
Kapolres bersama Wakil Bupati La Kadir dan Sekretaris Daerah Mansyur Tuharea, selama empat jam melakukan negosiasi dengan para pengunjuk rasa. Sebelum blokade jalan mempergunakan pohon besar yang ditebang itu, poros jalan tersebut juga sudah sempat dicor beton melintang di jalan persis di jembatan Waisarissa.
Akibatnya, puluhan kendaraan roda empat dan roda dua menuju Piru dan Ambon, sempat terhalang. Antrian kendaraan selama sekitar lima jam pada Lintas Seram itu pun tak dapat dihindari.
"Saya, Sekda SBB dan pak wakil bupati menjadi jaminan untuk mempertemukan bapak dan ibu dengan pak bupati," kata Kapolres SBB. Ucapan kapolres SBB itu pun disambut aplaus pengunjuk rasa.
Waly Siregar, salah seorang koordinator bekas karyawan PT. AOI, secara lapang dada menerima permintaan agar membuka blokade jalan itu. Siregar berharap agar janji untuk mempertemukan para pengunjuk rasa dengan bupati benar-benar terlaksana. "Jika tidak, kami akan mengerahkan sekitar 3000 orang yang terPHK yang masih bertahan di daerah ini," ujar Waly Siregar.
Mochtar Touwe
INDEKS BERITA LAINNYA :
|