|
Nusa
Korban Gempa Alor Kekurangan Dokter
Rabu, 01 Desember 2004 | 15:09 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Pemerintah Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur masih kekurangan bantuan obat-obatan dan tenaga dokter umum dan spesialis, bagi para korban bencana gempa tektonik yang menghantam wilayah itu pekan lalu.
Apalagi para korban mulai terpapar berbagai penyakit, selama hidup di penampungan. Permintaan ini menyusul berakhirnya masa tugas para dokter yang diperbantukan oleh Depertamen Kesehatan, Dokter TNI-AD dan dokter relawan dari lembaga kemanusiaan selama masa emergency.
Wakil Bupati Alor, Abraham Maulaka, yang dihubungi di Kalabahi, Rabu (1/12) mengatakan, banyak warga yang mulai menderita berbagai penyakit seperti malaria, infeksi saluran pernafasan akut dan penyakit ikutan lainnya. “Apabila berbagai jenis penyakit ini tidak cepat diantisipasi maka akan berdampak buruk bagi masyarakat, khususnya korban gempa,” kata Maulaka.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Alor, Paul Manumpil, yang dihubungi terpisah mengatakan jumlah penderita penyakit malaria, infeksi saluran pernafasan akut dan diare cenderung menurun dalam beberapa hari terakhir. Namun, perlu ada antisipasi karena musim hujan sudah tiba dan banyak warga yang dalam kondisi stres sehingga gampang terserang penyakit. “Kebutuhan tenaga dokter dan tenaga medis membantu dokter yang sudah ada guna membantu memperlancar pelayanan kepada masyarakat dan korban gempa,” kata Manumpil.
Menurutnya, pemerintah dibantu anggota TNI/Polri dan masyarakat mulai membersihkan puing-puing reruntuhan bangunan yang hancur akibat gempa dan mendirikan rumah darurat sederhana. Bangunan darurat tersebut akan digunakan hanya untuk jangka waktu satu tahun dan selanjutnya akan dibangun rumah dengan konstruksi tahan gempa.
Jems de Fortuna-Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|