Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa Tenggara Timur

Pemerintah Lakukan Imunisasi Massal di Alor
Senin, 10 Januari 2005 | 11:03 WIB

TEMPO Interaktif, Kupang: Dinas kesehatan Nusa Tenggara Timur (NTT) dan kabupaten Alor melakukan imunisasi massal terhadap ribuan bayi dan balita termasuk korban gempa bumi Alor. Imunisasi yang dilakukan antara lain untuk mencegah meluasnya penyakit campak, folio, tetanus, dan BCG. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan NTT Stef Bria kepada Tempo, Senin (10/1).

Menurutnya, beberapa tahun terakhir kasus campak dan beberapa penyakit lainnya di Alor cenderung meningkat, karena sebagian warga tidak mendapat imunisasi. Terakhir, kasus campak yang merenggut sedikitnya 30 bayi dan balita pada akhir 2004 lalu. "Pemerintah menargetkan 80 persen bayi dan balita di Alor harus diimunisasi secara lengkap, dengan demikian penularan berbagia jenis penyakit ini bisa diminimalisir," katanya.

Sementara itu, aktivitas kegiatan belajar mengajar di tiga kecamatan yang dilanda gempa bumi akhir 2004 lalu sampai dengan saat ini belum berjalan normal. Sebagian besar sekolah masih melakukan kegiatan belajar mengajar di tenda-tenda darurat.

Menurut beberapa warga, sebagian besar siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan perlengkapan sekolah seadanya. Hal ini diakibatkan, kurangnya fasilitas pendidikan karena hampir semua pembangunan sekolah dan perlengkapan belajar mengajar hancur akibat gempa.

James de Fortuna

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Bencana alam tanah longsor di Purworejo  foto.l.n. idayanie/ Tempo. Lomba gerak jalan dalam rangka peringatan hari TBC Internasional di halaman Monumen Nasional (Monas), Jakarta, 24 Maret 2002. [ TEMPO/ Lourentius EP; K7A/397/2002; 20020603 ].
Lomba Gerak Jalan
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Menkes : Diare dan Paru-paru Dominasi Penyakit Pasca Tsunami
Frekuensi Gempa Susulan Meningkat
Gempa Guncang Manado
Pemerintah Kota Padang Sumbangkan 10 Speedboat untuk Nelayan Meulaboh
Indonesia Segera Pasang Alat Pemantau Tsunami Senilai US $ 13 juta
Dana Rekonstruksi Gempa Bumi Alor Masih Kurang
Sebagian Toko Obat Jakarta Utara Tidak Memiliki Ijin
Ketua DPR: Bantuan Bencana Agar Transparan
Tanah Bergerak, 190 Warga Grumbul Mengungsi
Penyebab Gempa: Tumbukan Lempengan di Dasar Samudera
> selengkapnya...


Referensi

UU RI No.9 Thn.1960 Tentang Pokok - Pokok Kesehatan
PP RI No.39 Thn.1995 Tentang Penelitian Pengembangnan Kesehatan
PP RI No.32 Thn.1996 Tentang Tenaga Kesehatan
Sebaran Demam Berdarah Dengue 1968 - 2003
Cakupan Pengobatan Massal
> selengkapnya...

Website

Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
Departemen Sosial
Departemen Kesehatan


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data