|
Kupang
NTT Dan Maluku Sepakat Cegah Penyelundupan ke Timor Leste
Senin, 10 Januari 2005 | 14:51 WIB
TEMPO Interaktif, Kupang:Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Maluku sepakat untuk melakukan kerja sama dalam bidang keamanan guna mencegah praktek penyelundupan barang dan kayu (illegal logging) ke Timor Leste. Petinggi kedua provinsi telah menandatangani kesepakatan hari ini, Senin (10/1), di Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Para pejabat yang hadir adalah Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu, Gubernur NTT Piet A. Tallo, Pangdam Patimura Mayjen Syarifuddin, Kapolda Maluku Brigjen Pol, Aditya Warman, Kapolda NTT Brigjen Pol. Edward Aritonang, dan Komandan TNI Angkatan Laut di Kupang, Kolonel (Laut) Asmara.
Kedua pihak sepakat untuk melakukan pengawasan secara ketat di perairan dibagian utara Maluku serta perairan di sekitar pulau Alor, Timor Barat bagian Indonesia, dan perairan Flores.
Mayjen Syaifuddin mengharapkan kesepakatan ini mampu mengurangi aksi pencurian sumber daya alam maupun penyelundupan. "Kami akan membangun pos perbatasan di selatan Wetar dan Pulau Kisar, dan TNI AU juga akan memperketat pengawasan ke daerah itu, mengingat kedua pulau itu berbatasan langsung dengan Timor Leste," ujarnya.
Jems de Fortuna
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Kayu gelondongan selundupan eks MV. Kum Jin Gang yang ada di Basis TNI-AL, Surabaya, Jawa Timur. [Citrawijaya Lim; 20040331].](/hg/photostock/2004/12/27/s_FJ2004033101_high_thumb.jpg) |
![Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai, Eddy Abdurrahman (kiri), dan GM Phillip Morris Indonesia (kanan) dalam acara pembakaran pakaian bekas dan rokok selundupan di Medan, Sumatera Utara, 21 Mei 2004. [TEMPO/ Hendra Suhara; Digital Suhara; 20040521]](/hg/photostock/2004/12/07/s_HS04052141_high_thumb.jpg) |
|
|
| Eddy Abdurrahman dan GM Phillip Morris Indonesia
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|