Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa

Gempa 100 Kali Sehari di NTB
Kamis, 20 Januari 2005 | 17:02 WIB

TEMPO Interaktif, Mataram: Karena berada di daerah jalur gempa lempeng Indo Australia dan Eurasia yang terus bergerak menyusup dan bertumbukan, wilayah Nusa Tenggara Barat setiap hari dideteksi terjadi sekitar 100 kali gempa berkekuatan kecil 1-2 skala richter. Rekaman gempa terus dipantau stasiun receiver Badan Meteorologi Geofisika (BMG) Wilayah III di Denpasar.

Kalau kekuatannya mencuat vertikal menjadi besar akan menimbulkan gempa yang dirasakan. Kekuatan gempa ratusan kali berskala richter 1-2 tersebut dikatakan memang tidak mengkawatirkan. ?Namun, ibaratnya pondasi yang terus menerus dihantam, lama-lama bisa terpengaruh,? ujar Kepala Stasiun Meteorologi Selaparang Mataram Sutrisno, Kamis (20/1).

Menurutnya, Nusa Tenggara Barat berada didaerah rawan gempa mulai dari pantai barat Sumatera, pantai selatan Jawa sampai Nusa Tenggara Timur, Sulawesi dan Filipina dan Jepang. Jalur tersebut merupakan patahan menyambung. Umumnya, tsunami baru terjadi diakibatkan gempa yang besarnya mulai 6 skala richter standar BMG. Untuk memantau terjadinya gempa, di Indonesia terdapat lima pusat gempa regional di BMG I Medan, BMG II di Jakarta, BMG III di Denpasar, BMG IV di Makassar dan BMG V di Jayapura.

Mengenai cuaca hujan yang turun sejak Kamis (20/1) subuh, akibat munculnya tekanan rendah di Australia. Kecepatan angin pantai mencapai 20 knot atau 40 kilometer per jam. Sedangkan di darat kecepatan angin hanya separo dari kecepatan angin pantai. Yang diminta diwaspadai di perairan dan masyarakat pesisir adalah keberadaan angin.

Karena tekanan rendah selalu membawa angin yang cukup kuat, yang memang selalu terjadi karena adanya pusat tekanan rendah. Ini memang musimnya. Pusat tekanan rendah memang selalu menimbulkan angin, normal terjadi setiap tahun. ?Tetapi kalau gelombang mencapai empat meter ya hati-hati,? ujarnya.

Supriyantho Khafid?Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Tumpukan bantuan untuk korban gempa bumi diturunkan dari helikopter di Nusa Tenggara Timur (NTT), 1993. [TEMPO/ Hidayat SG; 14D/456/1993; 20021002]. Penduduk di lokasi bencana alam tanah longsor di Purworejo, Jawa Tengah, 2000. [TEMPO/LN Idayanie].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20001210-154
Bantuan Korban Gempa Bumi
Tanah Longsor Purworejo
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Lakukan Imunisasi Massal di Alor
Frekuensi Gempa Susulan Meningkat
Gempa Guncang Manado
Pemerintah Kota Padang Sumbangkan 10 Speedboat untuk Nelayan Meulaboh
Indonesia Segera Pasang Alat Pemantau Tsunami Senilai US $ 13 juta
Dana Rekonstruksi Gempa Bumi Alor Masih Kurang
Ketua DPR: Bantuan Bencana Agar Transparan
Tanah Bergerak, 190 Warga Grumbul Mengungsi
Penyebab Gempa: Tumbukan Lempengan di Dasar Samudera
Gempa Bumi di Aceh
> selengkapnya...


Website

Info Penyakit Menular
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
Departemen Sosial


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Jalur Busway Ragunan Macet Total
Ongkos Haji Plus Naik US$ 500
Tidak Ada Lagi Kenaikan BBM
Seleksi Lembaga Perlindungan Saksi Dimulai Besok
Komisi Yudisial Jadwalkan Periksa Khaidir

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data