|
Nusa
Diare di Flores Timur Tewaskan 12 Orang
Minggu, 23 Januari 2005 | 12:13 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sedikitnya 12 warga Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur tewas dan puluhan lainnya dalam kondisi kritis setelah wabah diare mengganas di daerah itu selama dua pekan terakhir.
Para korban tewas terbanyak berasal dari Pulau Adonara, sebelah tenggara Flores Timur. Sedangkan di Larantuka, ibu kota kabupaten, puluhan penderita masih menjalani perawatan secara intensif dari tim medis.
”Dari 12 warga yang tewas, sebagian adalah bayi yang berusia di bawah lima tahun serta beberapa lagi merupakan warga lanjut usia dan orang dewasa,” kata Kepala Dinas Kesehatan Flores Timur Eduard Kleruk kepada Tempo.
Menurut Eduard, umumnya korban tewas karena terlambat mendapat pertolongan dari tim medis. Sedangkan korban selamat masih menjalani perawatan disejumlah rumah sakit dan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).
Tim medis beranggotakan dokter dan perawat telah diterjunkan ke enam kecamatan yang terkena diare untuk membantu memberikan penyuluhan dan memberikan pertolongan kepada para korban.
Enam kecamatan yang terserang diare adalahKecamatan Kota Larantuka, Witihama, Tanjung Bunga, Solor Timur, Adonara Timur, dan Klubagolit. Dari enam kecamatan ini, korban tewas terbanyak berada di Adonara Timur, yakni 11 orang dan lebih dari 100 orang lainnya dalam perawatan. Kecamatan Kota Larantuka terdapat satu orang tewas dan 30 orang lainnya dalam perawatan. Sedangkan di empat kecamatan lainnya semua korban berhasil diselamatkan oleh tim medis.
Dugaan sementara, mengganasnya diare di enam kecamatan tersebut disebabkan buruknya sanitasi lingkungan serta kebiasan warga yang mengkonsumsi air yang telah terkontaminasi bakteri ecoli.
“Untuk mencegah bertambahnya korban, pemerintah sudah melakukan kapurisasi di sumber-sumber mata air yang sering dikonsumsi warga. Selain itu, tinja para korban sudah di kirim ke laboratorium kesehatan Kupang untuk di periksa,” kata Eduard.
Jems de Fortuna - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|