|
623 Warga di Flores Timur Terserang Diare, Dua Tewas
Senin, 24 Januari 2005 | 13:31 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Kabupaten Flores Timur memastikan jumlah warga yang menderita diare di tujuh kecamatan dalam empat pekan terakhir mencapai 623 kasus. Kasus terbanyak terjadi di Kecamatan Adonara Timur dengan 285 kasus, Kecamatan Solor Timur 146 kasus, Witihama 73 kasus, Larantuka Kota 81 kasus, Tanjung Bunga 23 kasus, Klobagilit 14 kasus dan Adonara Barat 1 kasus.
Sedangkan korban tewas sebanyak dua orang. Jurubicara Gubernur NTT, Umbu Saga Anakaka, kepada wartawan di Kupang Senin (24/1) mengatakan, "Kepastian jumlah korban tersebut baru diperoleh dari Sekertaris Daerah Kabupaten Flores Timur, Landualdus Mekeng". Saat ini, pemerintah telah mengambil langkah langkah penanganan darurat, yakni memberikan pengobatan secara gratis kepada para korban, melakukan kapurisasi terhadap sumber-sumber air minum, mengambil sampel tinja korban untuk diteliti di laboratorium kesehatan, "Serta menyediakan berbagai fasilitas perawatan dan obat-obatan," kataUmbu.
Kepala Dinas Kesehatan Flores Timur, Eduardus Kleruk yang dihubungi terpisah mengatakan sudah menurunkan tim untuk memberikan penyuluhan kepada warga tentang pola hidup sehat. ?Tidak ada penambahan korban tewas maupun kasus baru. Tetapi tim medis masih disiagakan di tujuh kecamatan tersebut untuk memberikan perawatan secara gratis,? kata Eduard.
Sementara itu, menanggapi terjadinya diare dan kemungkinan adanya kejadian luar biasa seperti malaria, demam berdarah dengue, banjir dan gempa bumi di NTT, Gubernur Piet A. Tallo mengeluarkan edaran berisi himbauan kepada para bupati dan wali kota untuk mengambil langkah waspada terhadap kemungkinan munculnya kejadian luar biasa yang dapat menelan korban jiwa maupun harta benda. Gubernur juga berharap, setiap kejadian luar biasa segera dilaporkan kepada pemerintah untuk mempercepat proses penanganan.
Jems de Fortuna-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|