|
NTT
Korban Diare di NTT Menjadi 24 Orang
Kamis, 27 Januari 2005 | 14:00 WIB
TEMPO Interaktif, Kupang:Perubahan cuaca, sanitasi lingkungan yang jelek, kurangnya persediaan air bersih serta masalah kekurangan gisi menjadi penyebab utama meluasnya wabah diare di Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam satu bulan terakhir. Hal ini disampaikan oleh Boby Messah -- Wakil Direktur Rumah Sakit Umum Prof. Dr. W. Z. Yohanis Kupang -- di Kupang, Kamis (27/1).
Belakangan ini propinsi itu memang sedang dirundung penyakit diare. Hingga kini jumlah korban tewas 24 orang. Empat korban terakhir adalah anak di bawah lima tahun. Mereka tak tertolong walau sempat menjalani perawatan selama beberapa saat di RSU Yohanis Kupang. Di seantero propinsi itu diperkirakan terdapat sekitar 1224 penderita diare. “Setiap hari, penderita diare yang berobat di RSU Yohanis Kupang rata-rata mencapai 5 orang atau lebih. Sekitar 34 penderita menjalani rawat inap, sedangkan sisanya penderita rawat jalan. Sedangkan yang sudah meninggal dunia sebanyak empat orang,” kata Boby Mesakh.
Penderita terbanyak di Kabupaten Flores Timur sejumlah 1038 orang, Kota Kupang 150 orang, Belu 24 orang, dan Kabupaten Kupang 11 orang.
Jems de Fortuna
INDEKS BERITA LAINNYA :
|