|
Nusa Tenggara Barat
DPRD NTB Bentuk Pokja
Minggu, 06 Maret 2005 | 02:46 WIB
TEMPO Interaktif, Mataram: DPRD Nusa Tenggara Barat resmi membentuk kelompok kerja (pokja) untuk memantau harga kebutuhan pokok. Pembentukan pokja ini merespon melambungnya sejumlah harga kebutuhan pokok di Mataram pasca kenaikan harga bahan bakar minyak sejak 1 Maret lalu.
Menurut Wakil Ketua DPRD NTB Rachmat Hidayat, keseluruhan anggota dewan, yaitu 55 orang dilibatkan dalam pokja ini. Mereka akan menyebar ke kabupaten-kota sesuai dengan daerah pemilihan mereka. "Intinya, mereka akan langsung memantau harga. Sebab, sekarang ini harga kebutuhan pokok di pasaran telah melambung," tegasnya usai menggelar
rapat dengan sejumlah dinas-dinas Pemporv NTB, di
Mataram, Sabtu (5/3) siang.
Menurut Rahmat, mestinya dibentuk panitia khusus dan
bukannya pokja. Tapi karena belum terbentuknya kelengkapan dewan, maka caranya dengan membentuk pokja. "Yang penting substansinya sama," imbuhnya.
Terkait kenaikan harga bahan bakar minyak, pihak DPRD NTB juga telah menolak secara resmi, yaitu dengan ditandatanganinya surat pernyataan penolakan oleh Ketua DPRD NTB Suhaili.
Sementara itu, di tingkat pasaran, harga kebutuhan
pokok di sejumlah kota di NTB telah melambung rata-rata di atas 20 persen. Misalnya saja, untuk gula pasir harganya dari Rp 4.800 naik menjadi Rp 6.250 per kilogram, ayam potong dari Rp 13.000 menjadi Rp 15.000
per kilogram, daging dari Rp 30.000 naik menjadi Rp 37.000 per kilogram.
Sedangkan minyak tanah dari Rp 1.100 kini naik menjadi Rp 1.400 per liter, dari Harga Eceran Tertinggi (HET) NTB Rp 870 per liter.
Bawang merah dari Rp 4.000 naik menjadi Rp 6.500 per
kilogram dan gas yang semula Rp 44.300 per tabung naik menjadi Rp 61.500 per tabung.
Sujatmiko
INDEKS BERITA LAINNYA :
|