|
Peredaran Uang Palsu di NTB Meningkat Tajam
Rabu, 13 April 2005 | 14:46 WIB
TEMPO Interaktif, MATARAM :Kasus Peredaran uang palsu di Nusa Tenggara Barat, meningkat tajam. Jika dibandingkan dengan Januari-Maret 2004, meningkat berpuluh kali lipat.
Bank Indonesia di Mataram mencatat, pada Januari-Maret 2004 uang palsu
yang ditemukan hanya senilai Rp 1,4 juta berupa pecahan sebanyak 20 lembar. Namun, periode yang sama 2005 jumlahnya mencapai Rp 16,4 juta berupa pecahan sebanyak 189 lembar.
Uang palsu itu beredar di daerah pinggiran, seperti di Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat dan di Kabupaten Dompu. Modusnya, di antaranya tersangka pelaku
membelanjakan uang recehan itu kepada pedagang kelontong dan kebutuhan pokok di pasar tradisional.
BI Mataram menyerahkan kasus pemalsuan uang ini ke Direktorat Reserse Kriminalitas Polda NTB. Polres Dompu dan Polres Sumbawa Barat menahan tiga tersangka dan menyita uang palsu sebanyak Rp 16,4 juta.disita polisi.
Menurut Ajun Komisaris Besar Agung Setia, Kepala Satuan Operasional II Direktorat Reserse Kriminal Polda NTB, para tersangka mendapatkan uang dari pengedar yang datang dari luar NTB. Uang asli pecahan Rp 100 ribu ditukar dengan uang palsu Rp 500 ribu.
"Transaksi pembelian upal itu juga menggunakan kurir (perantara)," katanya di Polda NTB, di Mataram, Rabu (13/4). Para pengedar uang palsu ini berasal dari Bali dan Jawa. "Di NTB mungkin belum ada percetakan uang palsu, hanya mengedarkan." sujatmiko
INDEKS BERITA LAINNYA :
|