Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Korban Tewas Busung Lapar di NTT Terus Bertambah
Selasa, 29 November 2005 | 13:59 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Korban tewas kasus busung lapar di Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam empat bulan terakhir terus bertambah. Data terakhir Dinas Kesehatan NTT menyebutkan korban tewas akibat busung lapar dan gizi buruk hingga akhir November 2005 mencapai 56 balita yang tersebar di 16 kabupaten dan kota. Sebelumnya, korban tewas pada bulan Juli baru 21 balita.

Selain itu, terjadi pembengkakan jumlah balita yang mengalami krisis gizi, yakni mencapai lebih dari 100 ribu orang dengan rincian gizi kurang 85.604 balita, gizi buruk tanpa kelainan klinis 13.917 orang dan gizi buruk dengan kelainan klinis 507 orang.

Jumlah korban tewas terbanyak di Kabupaten Timor Tengah Utara yakni 10 balita, disusul Kabupaten Sumba Timur, Belu, Timor Tengah Selatan dan Kota Kupang, masing-masing delapan balita. Kabupaten Kupang dan Rote Ndao masing-masing tiga balita, Ngada dua balita sementara Manggarai Barat, Manggarai, dan Kabupaten Sikka masing-masing satu balita.

Sekretaris Satlak Penanggulangan Bencana Provinsi NTT, Frans Salem, yang dihubungi di Kupang Selasa (29/11) mengatakan pemerintah sementara berupaya keras untuk melakukan penanganan secara lebih serius. Salah satunya, yakni memberikan makanan tambahan padat gizi bagi para balita dan merevitalisasi keberadaan posyandu di seluruh desa dan kelurahan. "Proses penanganan ini tidak mulus karena banyak kendala yang dihadapi khususnya topografi wilayah yang bergunung-gunung dan banyak daerah kepulauan," ujarnya.

Ia mengakui pemerintah pusat telah membantu dana Rp 47,5 miliar untuk penanganan kasus busung lapar dan gizi buruk. Dana itu sebagian telah digunakan untuk program pemberian makanan tambahan padat gizi dan selebihnya untuk revitalisasi posyandu dan kegiatan administrasi. "Dari total dana bantuan pusat, sekitar Rp 24 miliar belum didistribusikan kepada para bupati karena masih menunggu laporan pertanggungjawaban dana yang dicairkan sebelumnya," kata Frans.

jems de fortuna


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Dana Busung Lapar Dibelikan Kijang Innova
NTB Belum Menerima Dana Busung Lapar
Jurnalis Jerman Bantu Pengobatan Gizi Buruk di Banten
Dana Busung Lapar NTB Belum Turun
RS Cikini Kembali Rawat Dua Pasien Busung Lapar
Sutiyoso Ancam Gusur Pejabat
AMDI dan LBH Kesehatan Evakuasi 47 Balita Busung Lapar
Pemerintah Sediakan Bantuan Bibit
Pemprov Jatim-WFP Luncurkan Program Rehabilitasi Gizi
Mahasiswa UGM Gelar Aksi Soal Busung Lapar
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< November,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data