Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Penurunan Merah Putih di Batek Dilaporkan ke Jakarta
Kamis, 08 Desember 2005 | 14:21 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Bendera Merah Putih yang dipasang di puncak mercusuar Pulau Batek, Nusa Tenggara Timur, hilang sejak pekan lalu.

Bupati Kupang Ibrahim Agustinus Medah mengaku sudah melaporkan insiden itu kepada pemerintah pusat. "Selain penurunan bendera, atap rumah penjaga mercusuar dibongkar warga," kata Medah, Kamis (8/12), di Kupang.

Aparat keamanan masih menyelidiki pelaku dan motif penurunan bendera ini. Aparat belum mengetahui, pelakunya warga negara Indonesia atau Timor Leste, negara yang berbatasan dengan wilayah Nusa Tenggara Timur

Bendera yang dicopot itu dipasang pada 2002, saat Menteri Luar Negeri Timor Leste Ramos Horta mengklaim negaranya lah pemilik pulau seluas 0,6 hektare di dekat wilayah enclave Oecusi itu. Pulau itu juga pernah dikunjungi para diplomat asing dan pejabat penting Timor Leste secara rahasia pada 2003.

Batek termasuk salah satu pulau terluar di Indonesia yang berpotensi menimbulkan sengketa dengan negara tetangga. Letaknya di alur laut kepulauan Indonesia jalur tiga, yang merupakan jalur pelayaran internasional.

Meski berukuran kecil dan belum berpenghuni, pulau itu menjadi tempat berteduh nelayan-nelayan Indonesia asal Kupang, Alor, Maluku, dan Sulawesi Selatan. Pulau itu juga menjadi tempat bagi penyu untuk bertelur dan sering menjadi lokasi migrasi ikan lumba-lumba.

Panglima Kodam IX Udayana Mayjen Zamroni, yang berkunjung ke Kupang belum lama ini, meminta Gubernur Piet A. Tallo lebih serius memperhatikan empat pulau terluar. Selain Batek, tiga pulau lainnya adalah Pulau Mengkudu, Pulau Ndana, dan Pulau Salura. Ketiga pulau itu berbatasan dengan wilayah Timor Leste dan Australia. Jems De Fortuna

Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB<spasi>brk70320<spasi>komentar dan kirim ke 9333


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Xanana Natal di Timor Barat
Kasus Timor Tak Akan Dibawa ke Mahkamah Internasional
KSAL Akui Pulau Pasir Milik Australia
TNI Desak Timor Leste Hentikan Aktivitas di Lokasi Sengketa
WNI Eks Timor Timur Tuntut Janji Pemerintah
Deplu Optimis KKP Bisa Memanggil Saksi
Yudhoyono-Xanana Resmikan Komisi Kebenaran Hari Ini
Panas di Tiga Titik Perbatasan NTT-Timor Leste
Presiden Yudhoyono dan Xanana Akan Luncurkan CTF
Proses Rekonsiliasi Sudah Final
> selengkapnya...


Website

U.S. Department of State
United Nations (PBB)
Departemen Luar Negeri


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Gubernur Tak Percayai Hasil Quick Count
Kasus Alih Kawasan BSD Diselidiki
Dada Janji Bangun Stadion Persib
Pasangan Calon Bupati dari PDI Perjuangan Unggul di Jombang
Gubernur Bolehkan KPU Jatim Bekerja Sampai KPU Baru Dilantik

<< December,2005>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data