|
Kepala Sekolah Otaki Pencurian
Selasa, 07 Agustus 2007 | 14:32 WIB
TEMPO Interaktif, Kupang:Yupiter Alexander Kase (47), Kepala SMP Negeri Amanuban Timur, dinonaktifkan setelah diketahui menjadi otak sekaligus pelaku kasus pencurian uang milik sekolah senilai Rp 79,47 juta.
“Kami tidak memberikan toleransi atas kejahatan seperti ini. Dia sudah saya nonaktifkan dan apabila sudah ada keputusan pengadilan dan divonis diatas lima tahun penjara, maka dia langsung dipecat dari pegawai negeri sipil,” kata Kepala Dinas Pendidikan Nasional Timor Tengah Selatan, Marthen Nenabu, Selasa (7/8).
Menurut Marthen, penonaktifan itu dilakukan agar Yupiter yang telah berstatus tersangka dapat memfokuskan diri pada proses peradilan dan aktivitas belajar-mengajar di lembaga pendidikan itu tidak terganggu.
“Nanti akan ada pelaksana harian kepala sekolah yang menjalankan fungsi kepala sekolah. Saya berharap tidak terjadi lagi kasus yang mencoreng citra lembaga pendidikan seperti ini,” katanya.
Yupiter ditangkap aparat kepolisian setempat Jumat lalu karena perannya sebagai aktor sekaligus pengatur skenario kasus pencurian uang tunai senilai Rp 79,47 juta milik SMP Negeri Amanuban Timur. Uang hasil curian itu terdiri dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Rp 26 juta, dana rehabilitasi ruang kelas Rp 15 juta dan dana penunjang kegiatan sekolah sebesar Rp 38,47 juta.
Dalam waktu hampir bersamaan, polisi menangkap bendahara sekolah, Silvinus Tlonanen, yang ikut membantu kepala sekolah bersama empat tersangka lainnya melakukan aksi perampokan. Dia ditangkap saat mengikuti kuliah di kampus Universitas PGRI Soe.
Jems de Fortuna
INDEKS BERITA LAINNYA :
|