Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Campak Menyerang Warga NTB
Jum'at, 10 Agustus 2007 | 09:28 WIB

TEMPO Interaktif, Mataram:Dinas Kesehatan NUsa Tenggara Barat (NTB) menemukan 109 kasus campak yang menyerang warga NTB sejak Januari lalu. Diantaranya 87 kasus ditemukan di Kabupaten Bima, Kabupaten Lombok Timur 15 kasus, dan terakhir sebulan lalu, ada tujuh kasus ditemukan di Kabupaten Dompu.

Penderita campak yang ditemukan kebanyakan berkomplikasi dengan penyakit infeksi saluran pernapasan atas dan ada yang disertai gizi buruk. Ternyata dari 109 kasus tersebut belakangan diketahui 62 persen tidak imunisasi atau ketidak mampuan petugas dan 38 persen imunisasi. ‘’Itu menunjukkan ketidakefektifan imunisasi atau kualitas imunisasinya,’’ ujar Kepala Seksi Kejadian Luar Biasa (KLB) Dinas Kesehatan (Dikes) NTB Beni Nugroho, Jumat (10/8).
Beni mengatakan, 5,5 persen kasus menyerang anak berusia 0 - 9 bulan; 9 -11 bulan 1,1 persen; usia 1 - 4 tahun 70,68 persen; usia 5 - 9 tahun 23,23 persen; dan usia 10 - 14 tahun 3,3 persen.

Sejak awal Agustus 2007 ini, Dikes NTB melakukan kegiatan crass program campak dan pemberian imunisasi polio kepada balita karena hingga Juli lalu kasus campak masih muncul di NTB. Crass Program tersebut merupakan bentuk system penanggulangan KLB. ‘’Supaya tidak terulang kembali dalam masa inkubasi dua minggu terputus,’’ kata Beni.

Selain itu, semua bupati dan walikota se Nusa Tenggara Barat (NTB) diminta mewaspadai kejadian luar biasa (KLB) malaria. Dinas Kesehatan (Dikes) NTB sudah menyurati mereka mengenai kemungkinan mewabahnya kasus malaria lantaran disebut sebagai daerah endemis malaria

Nugroho menjelaskan, persoalan kesehatan di wilayahnya memprihatinkan lantaran banyak kasus kesehatan yang muncul. Antara lain KLB malaria, demam berdarah, antraks, campak dan gizi buruk. Namun tren dari sejumlah penyakit tersebut cenderung mengalami penurunan kecuali malaria. ‘’Karena itu bupati dan walikota telah disurati agar antisipasi terjadinya ledakan malaria,’’ ucapnya.

Pada 2005 lalu, kasus malaria di NTB terjadi pada bulan Nopember dan Desember dengan itensitas mencapai 500 lebih kasus dalam sebulan. Saat itu sebanyak 18 korban meninggal, 16 diantaranya berasal dari kabupaten Lombok Timur. Namun pada 2006 kasus malaria menurun menjadi 116 kasus tetapi tetap saja dalam status KLB walau tidak ada korban meninggal. Sedangkan pada 2007 terdapat puluhan kasus dan yang meninggal lima orang.

Adapun kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sudah menyebabkan 16 orang meninggal, 15 pada 2005, dan 16 pada 2004. Supriyantho Khafid


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk105309 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data