Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Penanganan Khusus untuk Daerah Tertinggal
Senin, 13 Agustus 2007 | 14:24 WIB

TEMPO Interaktif, Kupang: Pemerintah berkomitmen untuk serius memberikan perhatian program percepatan pembangunan daerah tertinggal dan daerah khusus. Perhatian ini diberikan dalam bentuk pemberdayaan masyarakat mandiri. “Tahun 2008, program ini akan diintegrasikan dengan program penanggulangan kemiskinan,” kata Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie ketika mencanangkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri serta Peluncuran Program Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus di Kupang, Senin (13/8).

Tahun ini, pemerintah telah menetapkan 1.993 kecamatan di pedesaan dan 834 kecamatan di perkotaan atau sekitar 34 ribu desa di seluruh Indonesia sebagai penerima dana program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri. Menurutnya Abu Risal, setiap kecamatan akan menerima dana antara Rp 500 juta – Rp 1,5 miliar untuk tahun 2007 dan diupayakan meningkat menjadi Rp3 miliar tahun depan.

Sementara Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Lukman Edy dalam keterangan persnya mengatakan, sedikitnya 199 kabupaten di Indonesia dikategorikan sebagai daerah tertinggal dan 44 kabupaten diantaranya justru berada di provinsi yang diketegorikan mapan. “Sebagian besar kabupaten hasil pemekaran tergolong daerah tertinggal. Di Provinsi NTT sendiri, dari 21 kabupaten yang ada, semuanya masuk dalam kategori tertinggal,” kata Lukman.

Jems de Fortuna

Dari Arsip Majalah TEMPO
Kaum Miskin Ketinggalan | 21 Maret 2005
Miskin di Abad XXI, Bersama IDA  | 01 Desember 1998
Selamatan Orok di Bantaran Kumuh  | 27 Oktober 1998
Sebuah Payung untuk Anak-Anak Terbuang  | 27 Oktober 1998
Bayi-Bayi Dijual: Krisis Ekonomi, Seks Bebas, atau Bisnis?  | 27 Oktober 1998
Mereka Mengais Hidup di Jalan  | 20 Oktober 1998
Nasi Gratis dari Tuhan  | 06 Oktober 1998
Makan Sampah di Hadapan Proklamator  | 06 Oktober 1998
Suara Protes dari Penjaringan  | 20 April 1999
Miskin tak Miskin, Tetap Pasrah  | 01 Pebruari 1999
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

7,49 Persen Warga Bekasi Miskin
Pemerintah Luncurkan Program Daerah Tertinggal
Kampung Terbelit Kemiskinan
Rumah Sakit Ponorogo Diduga Telantarkan Pasien Miskin
Tim Indonesia Bangkit: Angka Kemiskinan 2007 Direkayasa
Ratusan Keluarga Miskin Terima Bantuan Pembangunan Rumah
Kemiskinan Dinilai Pemicu Kematian Sekeluarga di Siak
Menteri Perumahan Temui Walikota Solo
Menteri: Kemiskinan Kurangi Rasa Nasionalisme
Pengentasan Kemiskinan Dinilai Tidak Berdayakan Masyarakat
> selengkapnya...

Referensi

Keppres RI No. 152 Tahun 1999 Tentang Badan Kesejahteraan Sosial Nasional
Keppres RI No. 144 Tahun 1999 Tentang Dewan Ekonomi Nasional
Kepres RI No.20 Thn. 2002 Tentang Pembentukan Tim Sistem Jaminan Sosial Nasional

Website

Departemen Keuangan
Departemen Sosial

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk105432 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data