|
Situasi Perbatasan Ngada-Manggarai Memanas
Kamis, 30 Agustus 2007 | 12:12 WIB
TEMPO Interaktif, Kupang:Situasi Kabupaten Ngada dan Manggarai di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur memanas setelah sebuah rumah ibadat dibakar warga tak dikenal. Diduga penyebabnya kedua warga saling klaim wilayah di perbatasan kedua kabupaten.
Peristiwa pembakaran sarana peribadatan terjadi Ahad lalu di Desa Benteng Tawa, Riung Barat, Manggarai. "Pelaku pembakaran sudah diidentifikasi. Polisi akan
menangkap para pelaku, termasuk provokatornya," kata Kepala Polres Ngada, Ajun Komisaris Besar Sugeng
Kurniaji, Kamis (30/8).
Menurut Sugeng, warga membakar akibat kekecewaan penyelesaian masalah tapal batas. Konflik perbatasan tersebut terjadi sejak 1972. Pelayanan pemerintahan dilakukan pemerintah Kabupaten Ngada. Tetapi masyarakat lebih merasa sebagai warga Manggarai.
Asisten Tata Pemerintahan Sekertariat Daerah NTT, Yoseph
Mamulak, di Kupang, mengatakan, Departemen Dalam Negeri pernah memfasilitasi pertemuan antara pemerintah kedua kabupaten. Namun tak ada yang mau mengalah. "Pertemuan terakhir Juni lalu. Tetapi tidak ada hasil sehingga Depdagri memberikan kewenangan kepada Gubernur NTT menyelesaikan konflik perbatasan," kata Mamulak yang juga Ketua Tim Penyelesaian Sengketa Perbatasan oleh Gubernur Piet A Tallo.
jems de fortuna
INDEKS BERITA LAINNYA :
|