|
Hotel Berbintang di Lombok Gagal Raih Target
Jum'at, 19 Oktober 2007 | 10:22 WIB
TEMPO Interaktif, Mataram:Hotel berbintang di Lombok gagal meraih target hunian kamarnya sebesar 85 persen selama libur Lebaran ini. Hal ini diduga karena lemahnya perekonomian nasional.
Pengisian kamar hanya mencapai 75 persen. Di antara penyebabnya, reservasi yang sudah dilakukan sebelumnya, dibatalkan tiga hari sebelum kedatangan. Penyebab lainnya, 5 persen karena sulitnya akses penerbangan, dan hingga 10 persen karena pengalihan tujuan disebabkan kalah bersaing dengan tawaran berlibur ke Bali.
Manajer Public Relations Holiday Resort Rahayu P Lestari yang juga Humas Lombok Hotel Association menyatakan kekecewaannya. "Target pengisian kamar itu sudah menjadi program okupansi hotel, ya mengecewakan," ujarnya kepada Tempo.
Hanya pewisata dari Jakarta yang datang berlibur melalui perusahaan perjalanan mitra tetap dengan melakukan perjalanan overland (menggunakan bus pariwisata). Ini untuk mengatasi sulitnya mendapatkan tiket penerbangan ke Mataram dari Jakarta.
Semula, libur lebaran H-3 hingga H+3 adalah target pengisian kamar 13 hotel berbintang dan hotel boutique di Lombok, selain libur Natal dan Tahun Baru. Lama menginap mereka bervariasi 4-6 hari. Sebagai petunjuk besarnya hunian kamar hotel berbintang adalah libur Tahun Baru 2005-2006 dan 2006-2007 yang lalu.
Tujuan liburan di Lombok yang diminati wisatawan nusantara adalah kawasan wisata Senggigi dan Gili Trawangan. Mereka bisa santai di tepi pantai tanpa diganggu pedagang asongan.
Supriyantho Khafid
INDEKS BERITA LAINNYA :
|