Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Harga Minyak Tanah di NTT Rp 5.000 Seliter
Senin, 10 Desember 2007 | 13:01 WIB

TEMPO Interaktif, Kupang:Krisis minyak tanah di Kota dan Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, semakin mengkhawatirkan setelah harga minyak tanah di tingkat pedagang pengecer mencapai Rp 3.500-Rp 5.000 per liter.

Sebagian warga terpaksa mendatangi industri mebel untuk memungut limbah kayu olahan agar dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar minyak tanah.

Kepala Wira Penjualan Pertamina, Kupang, Achmad Chambali, mengaku masih mencari tahu penyebab terjadinya kelangkaan, karena sebenarnya stok minyak dalam kondisi aman sampai ke agen.

Pertamina pekan ini akan segera melakukan operasi pasar di sejumlah lokasi dengan harapan kesulitan warga untuk mendapatkan bahan bakar dapat diatasi. "Dalam operasi pasar ini, Pertamina akan mendistribusikan 25.000 liter di titik-titik yang dianggap paling parah," ujar Chambali.

Menurut Chambali, kemungkinan besar ada spekulan yang sengaja membeli minyak tanah bersubsidi dari para agen untuk kebutuhan industri. "Minyak tanah bersubsidi harganya hanya Rp 2.450 per liter, sedangkan minyak tanah industri mencapai Rp 8.347 per liter. Sehingga saya menduga ada pihak tertentu yang sengaja membeli minyak subsidi tetapi pemanfaatannya untuk proyek," ujarnya.

Pertamina mengimbau masyarakat untuk tidak panik dengan isu yang mengatakan bahwa harga minyak tanah akan naik pada awal 2008, karena belum ada rencana pemerintah untuk menaikkan harga.

Sejumlah warga yang dihubungi di Pulau Sabu, Kabupaten Kupang, mengatakan harga minyak tanah mulai bergerak naik sampai Rp 5.000 per liter sejak pekan lalu. "Sudah mahal, sulit mendapatkan. Sehingga pedagang dengan seenaknya menjual dengan harga sesuka hati," kata Mathias Logo, warga Pulau Sabu.

Jems de Fortuna


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Tangerang Kesulitan Pantau Pembagian Kompor Gas
Hiswanamigas Daerah Ragukan Konversi Minyak Tanah
Konsumen Borong Minyak Tanah di Purwakarta
Tangerang Minta Sosialisasi Konversi Minyak Dioptimalkan
Nelayan Tangerang Kesulitan Minyak Tanah
Agen Minyak Tanah Surabaya Tolak Konversi
Sultan Minta Konversi Minyak Tanah Tidak Dipaksakan
Antrian Minyak Tanah Mengular di Utan Kayu
Ibu Rumah tangga Unjuk Rasa Soal Minyak tanah
Stok Minyak Tanah Bulan Puasa Aman
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk113227 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pasangan Calon Bupati dari PDI Perjuangan Unggul di Jombang
Gubernur Bolehkan KPU Jatim Bekerja Sampai KPU Baru Dilantik
Laba Bersih Corporindo Tumbuh 103 Persen
Pefindo Valuasi Emiten Kecil dan Menengah
Pendidikan Anti Korupsi Untuk Siswa

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data