Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Timor Leste Klaim Makam Leluhur Warga Belu
Selasa, 11 Desember 2007 | 13:30 WIB

TEMPO Interaktif, Kupang : Pemerintah Timor Leste mengklaim kompleks makam leluhur masyarakat Dahala, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai bagian wilayah negara itu. Klaim sepihak itu membuat warga yang bermukim di perbatasan kedua negara kesulitan untuk menjalankan upacara ritual dikompleks pemakaman yang sudah ada sejak ratusan tahun itu.

"Sikap Timor Leste sangat tidak logis. Bagaimana mungkin orang memakamkan keluarganya yang meninggal di tanah orang lain," kata Wakil Bupati Belu, Gregorius Mau Bili, dalam rapat koordinasi pengelolaan batas negara di Kupang, Selasa (11/12).

Menurut Gregorius, sebelum Timor Leste berintegrasi dengan Indonesia kompleks pemakaman itu sudah menjadi bagian dari Indonesia. "Setelah merdeka, justru Timor Leste mengklaim," katanya.

Selain kompleks pemakaman, setidaknya ada enam titik sengketa perbatasan yang belum dituntaskan, karena kedua negara memiliki bukti berbeda mengenai kepemilikan asset maupun tanah yang diperebutkan.

Lokasi yang menjadi sengketa itu adalah saluran irigasi sungai Mota Malibaka, Desa Lamaksenulu, Kecamatan Lamaknen, yang dibangun di atas tanah warga Belu, klaim zona netral yang mengambil alih perkebunan kopi warga Desa Henes, Kecamatan Pamaknen, penempatan patok batas Timor Leste diatas tanah warga Laktulus, Desa Fohoeka, Kecamatan Tasifeto Timur, klaim tanah warga seluas 30.000 meter persegi milik warga Desa Alas, Kecamatan Kobalima, serta penempatan patok garis batas dengan mengambil alih tanah warga seluas 19 hektar di Aikakar, Desa Alas, Kecamatan Kobalima.

"Semua permasalahan ini sudah disampaikan kepada pemerintah pusat. Dalam menentukan garis batas, perlu melibatkan masyarakat lokal sehingga tidak terjadi kesalahan," ujar Gregorius. (Jems de Fortuna)

Dari Arsip Majalah TEMPO
Memburu Sirip, Mendapat Cokelat | 18 Oktober 2004
Bila Manusia Disamakan dengan Ayam  | 10 Pebruari 2003
Pulau Sengketa  | 27 Januari 2003
Status Pulau Miangas  | 20 Januari 2003
Kepalan Indonesia di Selat Ombai  | 20 Januari 2003
TEMPO DOELOE  | 20 Januari 2003
Babak Baru Sipadan: Interpelasi DPR  | 13 Januari 2003
Berebut Warisan Penjajah  | 13 Januari 2003
Anda Setuju Intervensi Militer? | 06 Januari 2003
Rikuh Politik, Perlu Aturan Baku  | 06 Januari 2003
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Jenazah Warga Timor Leste Dievakuasi
Warga Timor Leste Buka Lahan Pertanian di Zona Netral
Kalimantan Timur Bantu Rp 10 Miliar untuk Bangun Lantamal
Patok Perbatasan Indonesia-Malaysia Bergeser
Angkatan Laut Bangun Pangkalan di Yogyakarta
Perairan Bagian Barat Rawan Kegiatan Ilegal
Kabar Pelanggaran Wilayah Udara Dibantah
Jelang Pemilihan Presiden Timor Leste, TNI Siagakan 1000 Pasukan di Perbatasan
Indonesia Tolak Buka Pintu Perbatasan ke Timor Leste
Panglima TNI: Pasukan Akan Usir Pelanggar Batas
> selengkapnya...

Referensi

Pulau-pulau kecil

Website

Departemen Pertahanan

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk113305 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Satu Orang Terluka di Kecelakaan Tol Tangerang
Kejaksaan Kembalikan Berkas Kasus Sinar Pacific
Persiba Siapkan Pengganti Peter Butler
Empat Korban Minuman Keras Masih dirawat, Tiga lainnya Tewas
Menteri Keuangan Kembali Bekukan Izin Kantor Akuntan Publik

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data