Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Tak Ada BBM, Transportasi di Pulau Sabu Terhenti
Senin, 17 Desember 2007 | 12:33 WIB

TEMPO Interaktif, Kupang: Transportasi darat di Pulau Sabu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, sampai Senin (17/12) masih lumpuh setelah stok bahan bakar jenis premium dan solar habis pekan lalu. Perahu motor yang menghubungkan Pulau Sabu dan Kecamatan Raijua pun turut berhenti beroperasi. Para nelayan tidak bisa melaut.

"Pemilik kendaraan bermotor hanya diparkir di rumah. Tidak ada premium maupun solar," kata Imanuel Doko, warga Seba, Kecamatan Sabu Barat.

Persedian bahan bakar di Pulau Sabu sebenarnya sudah kritis sejak akhir November. Hal itu terjadi karena Kapal Motor Timua, milik pemerintah Kupang, naik dog di Makassar, Suawesi Selatan. Padahal hanya kapal itu satu-satunya yang mensuplai BBM ke Pulau Sabu.

Camat Hau Mehara Dominggus Widu Hau yang dihubungi terpisah membenarkan lumpuhnya transportasi di Pulau Sabu. Ia mengatakan pemerintah tidak dapat berbuat banyak karena jarak dari Kupang ke pulau itu cukup jauh.

Krisis bahan bakar ini mendapat reaksi keras dalam sidang paripurna Dewab Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTT yang dihadiri Wakil Gubernur Frans Leburaya, Senin pagi. "Pertamina harus bertanggungjawab atas kesulitan yaang dialami oleh masyarakat,” kata Frans Dima Lendes, anggota Fraksi Partai Golkar.

Frans juga menuntut perhatian pemerintah terhadap masalah ini. Sebab, pemerintah sepertinya terkesan tidak peduli dengan penderitaan rakyat. "Rakyat menderita karena tinggal beberapa hari lagi Natal dan Tahun Baru tiba. BBM adalah kebutuhan pokok masyarakat yang harus selalu dibutuhkan," kata Frans. (Jems de Fortuna)

Dari Arsip Majalah TEMPO
Harga Minyak, Bukan Sekadar Asumsi APBN | 11 April 2005
Surat Pembaca | 04 April 2005
APBN-P 2005 (Tidak) Realistis? | 04 April 2005
Bisnis Sepekan | 04 April 2005
DPR Tidak Serius | 28 Maret 2005
Besar Pasak daripada Tiang | 28 Maret 2005
Dilema Pemain Baru | 21 Maret 2005
Minyak Panas di Gedung Parlemen | 21 Maret 2005
Menyumbat Kebocoran Minyak | 21 Maret 2005
Hari Purnomo Meminta Pemeriksaan Dihentikan | 21 Maret 2005
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Desember, BBM Nonsubsidi Naik
Asumsi Harga Minyak Akan Konservatif
Subsidi Langsung BBM Dikaji
Harga Minyak Masih Melambung
Harga Minyak Mentah ICP Diprediksi US$ 70
Kalla: Kenaikan Harga Minyak Dunia Masih Aman
Asumsi Harga Minyak Tak Akan Direvisi
Solo Tak Paksakan Program Konversi
Permintaan Minyak Tanah di Ngawi Meningkat
Biosolar Tak lagi Disubsidi
> selengkapnya...

Referensi

Kota-kota Mulai Lumpuh
Inpres No. 5 Tahun 2000 tentang Koordinasi Penanggulangan Masalah Penyalahgunaan Pada Penyediaan dan Pelayanan Bahan Bakar Minyak.
Keppres No. 86/2002 tentang Badan Pengatur Penyediaan dan Pendistribusian BBM

Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
PT Pertamina

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk113657 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Industri Kreatif Sumbang 7,8 Persen PDB Jawa Barat
Kampanye Hari Pertama Tanpa Dialog
Pemerintah Diminta Membentuk Badan Kependudukan
Soenarjo Optimis Pilkada Jatim hanya Satu Putaran
Soekarwo Gunakan Hak Pilihya Bersama Istri dan tiga anaknya

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data