Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Masalah Aset WNI di Timor Leste Belum Tuntas
Kamis, 24 Januari 2008 | 14:15 WIB

TEMPO Interaktif, Kupang:Masalah aset warga negara Indonesia (WNI) yang ditinggalkan di Timor Leste pasca-jajak pendapat tahun 1999 lalu belum dituntaskan.

Persoalan utama yang menghambat penyelesaian masalah aset WNI maupun aset pemerintah, yakni belum adanya aturan khusus dari Timor Leste tentang pengaturan aset tersebut.

Saat ini pemerintah Indonesia hanya bersikap menunggu. Apabila Timor Leste memberikan peluang untuk WNI kembali memiliki aset pribadi yang ditinggalkan, pemerintah pusat akan menindaklanjutinya.

Penegasan ini disampaikan Wakil Gubernur NTT, Frans Leburaya, di Kupang, Kamis (24/1), saat bertatap muka dengan 12 wartawan anggota Asosiasi Jurnalis Timor Lorosae (AJTL) yang melakukan studi banding di beberapa media masa cetak dan elektronik di Kupang.

Menurut Leburaya, masalah penyelesaiakn aset WNI di Timor Leste menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dan sudah pernah dibahas oleh kedua negara. "Persoalannya adalah apakah regulasi di Timor Leste memungkinkan atau tidak untuk WNI yang memiliki aset di Timor Leste mendapatkan kembali segala asetnya, teristimewa aset-aset tidak bergerak seperti rumah dan tanah," katanya.

Mengenai penyelesaian masalah eks pengungsi Timtim, menurut Leburaya, pemerintah telah membangun 8.000 unit rumah bagi eks pengungsi yang selama ini masih menetap di kamp-kamp. "Targetnya paling lambat tahun 2009 tidak ada lagi eks pengungsi yang menetap di kamp. Semuanya harus direlokasi ke tempat yang layak atau mengikuti program transmigrasi ke Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan beberapa daerah lainnya," katanya.

Khusus menyangkut sengketa beberapa lahan di perbatasan kedua negara, menurut Leburaya, pemerintah Indonesia dan Timor Leste masih melakukan kajian untuk menyelesaikannya secara baik sehingga tidak menjadi bom waktu di kemudian hari.

Menurutnya, terdapat sekitar empat titik sengketa di wilayah perbatasan kedua negara yang sampai saat ini belum dapat dituntaskan oleh karena masing-masing pihak memiliki bukti berbeda. "Karena itu, pendekatan yang ingin dipakai adalah pendekatan sosial budaya dengan harapan perbedaan pendapat ini dapat diselesaikan dan tidak berkepanjangan,"ujarnya.

Kehadiran 12 wartawan asal Timor Leste ke Kupang merupakan hasil kerja sama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Persiapan Kota Kupang. Hadir dalam pertemuan Koordinator AJI Persiapan Kota Kupang, Jemris Fointuna, Ketua Panitia Penyambutan Wartawan AJTL, Didimus Payong Dore, bersama puluhan anggota AJI Persiapan Kota Kupang.

Jems de Fortuna

Dari Arsip Majalah TEMPO
Pasukan PBB Belum Perlu  | 20 April 1999
Wawancara Xanana Gusmao  | 13 April 1999
Genderang Perang Ditabuh Xanana? | 13 April 1999
Albright Tawarkan Polisi PBB  | 09 Maret 1999
Siapa Menembak Bendito?  | 23 Pebruari 1999
Dari Abilio Soares ke Rekonsiliasi | 22 November 2004
Bukti Baru Penyelamat Abilio | 15 November 2004
Hybrid Court di Timor Timur  | 26 April 2004
Timor Leste Menolak Memeriksa Wiranto  | 23 Pebruari 2004
Alkatiri Soal Pengadilan HAM  | 16 Juni 2003
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Xanana Tak Dapat Jenguk Soeharto
Dili Minta Jakarta Ungkap Korban Santa Cruz
Teknisi Listrik Indonesia Selesai Bantu Timor Leste
Indonesia Bantu Atasi Krisis Listrik Dili
Xanana Akan Beri Keterangan Tertutup kepada Komisi Kebenaran
Horta Minta KKP Abaikan Suara PBB
Horta Berpidato dalam Bahasa Indonesia di Hari Kemerdekaan RI
Sutiyoso Didatangi Polisi Australia
KSAL: Silahkan Purnawirawan Diperiksa
Wiranto Siap Beri Saksi didepan KKP
> selengkapnya...

Referensi

UU Nomor 6 tahun 1999 tentang Pencabutan Undang-Undang Nomor 5 tahun 1985 Tentang Referendum

Website

U.S. Department of State
United Nations (PBB)
Departemen Luar Negeri
Wiranto

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk116097 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Todung Dipersilahkan Banding
NTB Butuh 350 MW Lebih Daya Listrik
Polisi Diminta Usut Perusakan Angkutan Pelat Hitam
Kartu BLT Mulai Dibagikan
Menteri Pertanian Optimistis Indonesia Ekspor Beras Tahun Depan

<< January,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data