Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sebagian NTT Terendam Banjir, Ribuan Warga Dievakuasi
Kamis, 21 Pebruari 2008 | 14:58 WIB

TEMPO Interaktif, Kupang:Hujan lebat yang melanda Nusa Tenggara Timur tiga hari terakhir menyebabkan banjir bandang di Kabupaten Kupang, Kota Kupang, Kabupaten Nagekeo, Sumba Timur, Rote Ndao, Belu dan Timor Tengah Selatan. Hujan akibat penyimpangan iklim ini juga menyebabkan tanah longsor di Sika dan Kabupaten Kupang.

Lebih 2.000 warga terpaksa dievakuasi oleh tim SAR dan relawan dari masing-masing kabupaten. Tiga warga Desa Liatputu Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka, tewas setelah tanah longsor memporak-porandakan perkampungan penduduk. Korban tewas adalah Andreas Niga, Maria Soka dan anak mereka, Agnes Sedo.

Kepala Dinas Sosial NTT Frans Salem, dalam keterangan persnya di Kupang, Kamis (21/2), mengatakan pihaknya telah mendistribusikan bantuan darurat berupa beras, mi instan, pakaian layak pakai, peralatan masak, tenda-tenda darurat serta tim relawan dari Taruna Siaga Bencana untuk memberikan pelayanan bagi para korban banjir dan para pengungsi.

Frans mengatakan banjir terjadi secara merata di sebagian wilayah NTT. "Ketinggian air di Kupang, Belu dan Nagekeo mencapai lebih dari 1,5 meter. Kondisi ini menyebabkan Tim SAR mengalami kesulitan untuk mengevakuasi para pengungsi, sehingga harus menggunakan perahu karet," ujarnya.

Hingga Kamis sore ketinggian air di Kelurahan Naibonat dan Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, masih 1 meter. Kondisi ini menyebabkan Tim SAR terpaksa mengevakuasi puluhan pasien rawat inap di Puskesmas Oesao ke rumah keluarga. "Evakuasi terpaksa dilakukan karena banjir menggenangi sebagian ruangan Puskesmas," kata Okto Tabelak, relawan dari Taruna Siaga Bencana NTT.

Sekitar 1.000 rumah penduduk di wilayah itu masih terendam air akibat luapan beberapa sungai dan jebolnya bendungan di dekat perkampungan penduduk. Sementara di Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, banjir setinggi 1 meter merendam sedikitnya 200 rumah penduduk.

Tingginya curah hujan di Nusa Tenggara Timur belakangan membuat para petani resah karena ribuan hektare tanaman jagung membusuk. Selain itu, ratusan ribu hektare sawah tidak dapat diolah akibat luapan banjir sejak awal Februari lalu.

Terjadinya penyimpangan curah hujan diakui Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika Stasiun El Tari Kupang, Albertus Kusbagio. Menurutnya, curah hujan di atas normal di sebagian besar wilayah NTT disebabkan oleh adanya Badai Nikolas serta pusat tekanan rendah di tenggara Pulau Timor.

Jems de Fortuna

Dari Arsip Majalah TEMPO
Menyerap Banjir Bantuan Dunia | 10 Januari 2005
Malaikat Pagi di Tanah Jeumpa | 03 Januari 2005
Dari Kekeringan ke Banjir Bandang  | 29 Desember 2003
Surat Pembaca | 24 November 2003
Terbenamnya Sebuah Kampung Wisata | 10 November 2003
Timor Leste Menolak Memeriksa Wiranto  | 23 Pebruari 2004
Batak Anti-Sadap  | 09 Pebruari 2004
Melengserkan Sang Raja Rimba  | 17 Pebruari 2003
Banjir di Pantai Utara  | 10 Pebruari 2003
Banjir di Mana-mana, Oi!  | 03 Pebruari 2003
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Bantuan Makanan ke Kepulauan Seribu Masih Terhambat
Kali Sabi Meluap, Jalan Terputus
Banjir di Belu, Ratusan Warga Mengungsi
Sungai Mahakam Meluap, Ribuan Rumah Terendam
Banjir di NTT Telan Empat Korban
Petugas Kesulitan Mencari Korban Hanyut
Banjir dan Longsor Melanda Belu
Sebagian Jakarta Masih Terendam Air
Kerugian Banjir Pasuruan Mencapai Rp 19,698 Miliar
Warga di Tepi Bengawan Solo Mengungsi
> selengkapnya...

Referensi

Banjir Tak Pernah Ingkar Janji
Banjir Ancam Pantai Utara Jawa
Protap Permintaan Obat-obatan KLB Banjir
Sistem Pengendali Banjir Jakarta
Peta Banjir Jakarta (dalam sentimeter)
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
Peta Banjir DKI Jakarta 2005
Mengapa Jakarta Banjir?
Banjir Datang Lagi

Website

Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
Proyek Induk Pengembangan Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (PPWSCC)
Departemen Sosial
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk117919 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< February,2008>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data