Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

3 Balita Busung Lapar Tewas
Kamis, 06 Maret 2008 | 12:27 WIB

TEMPO Interaktif, Kupang:Sedikitnya lima warga dari keluarga miskin di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggal akibat busung lapar. Tiga di antara yang tewas itu berusia di bawah lima tahu. Dua lainnya masing berusia 13 dan 15.

Kepala Seksi Penanganan Masalah Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Maxi Taopan, saat dihubungi, Kamis (6/3), mengatakan bahwa sejak 2007 lalu, pemerintah pusat menghentikan bantuan dana bagi penanganan gizi warga di NTT. Menurut dia, dengan penghentian bantuan itu makin memperburuk penanganan para penderita gizi buruk. Padahal, kata dia, pemerintah provinsi NTT mengusulkan dana sebesar Rp 56 miliar.

Taopan berharap, Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat segera merespons permintaan dana tersebut yang yang diusulkan sejak 2007. Rencananya dana tersebut akan digunakan untuk pengadaan makanan tambahan padat gizi, revitalisasi posyandu, dan biaya operasional bagi petugas posyandu.

Kepala Dinas Kesehatan setempat, Jonathan Lenggu, mengatakan bahwa para korban tewas penderita busung lapar di Rote Ndao itu mengalami komplikasi berbagai penyakit, seperti diare, TBC, panas tinggi dan penyakit lainnya. ”Kondisi fisik yang lemah, mereka mudah tertular penyakit,” ujarnya. Menurut Lenggu, kebanyakan korban berasal dari keluarga miskin dengan pola hidup yang kurang higienis. Apalagi, kata dia, minimnya dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah di tingkat kabupaten, provinsi, dan pusat ikut mempengaruhi penanganan gizi di daerah tersebut.

Data Dinas Kesehatan NTT menyebutkan, jumlah balita yang mengalami masalah gizi mencapai 90.000 orang dari sekitar 497 ribu balita. Sebanyak 12 ribu balita mengalami gizi buruk tanpa kelainan klinis dan 167 balita mengalami gizi buruk dengan kelainan klinis (busung lapar atau komplikasi marasmus dan kwashiorkor). Sementara 68 ribu balita lainnya mengalami gizi kurang.

Kabupaten yang paling banyak terdapat balita gizi buruk dengan kelainan klinis adalah Timor Tengah Utara yakni 81 balita, disusul Sumba Barat (27), dan Rote Ndao (13 balita). Sedangkan penderita kurang gizi paling banyak terdapat di Kabupaten Timor Tengah Selatan yakni berjumlah 12 ribu balita, Kabupaten Sikka (8.472), Manggarai (8.364), Timor Tengah Utara (7.267), dan Kupang (6.865 balita).

Jems de Fortuna


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk118718 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

DKI Sisir Kawasan Radio Dalam
Rumah Duka Sophan Sophian Dikerumuni Wartawan
Menabrak Pakem Seni Trimatra
Sophan Meninggal Dalam Perjalanan Ke Rumah Sakit
Sophan Sophian Ingin Jadi Duta Besar

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data