Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pemerintah Kurang Serius Urus Busung Lapar di NTT
Sabtu, 15 Maret 2008 | 14:06 WIB

TEMPO Interaktif, Kupang:Pemerintah dinilai kurang serius menangani masalah gizi karena sibuk mensosialisasikan diri untuk menjadi gubernur maupun bupati. Padahal masalah gizi merupakan salah satu kebutuhan dasar warga yang harus dipenuhi.

"Bagaimana masalah gizi dapat tuntas, kalau masing-masing pejabat mengabaikan program, komitmen dan kepeduliannya pada rakyat karena sibuk mengurus diri untuk menjadi bupati atau gubernur saat pemilihan kepala daerah," kata Wakil Ketua DPRD NTT, Kristo Blasin, di Kupang, Sabtu (15/3).

Menurut Kristo, seharusnya masalah gizi sudah dapat diatasi apabila para bupati maupun gubernur benar-benar berpihak pada rakyat. "Seluruh energi lebih besar untuk kepentingan kekuasaan dan hak-hak dasar rakyat diabaikan. Fakor ini yang menjadi kendala utama dalam penanganan gizi dan kesejahteraan rakyat. Sehingga berapa pun dana yang disiapkan untuk mengurus gizi, akan menjadi sia-sia karena tidak ada kepedulian dari pemerintah," lanjutnya.

Mengenai alokasi dana dari APBD NTT tahun 2008 untuk penanganan masalah gizi, menurut Kepala Seksi Penanganan Masalah Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Maxi Taopan, tahun ini pemerintah hanya mengalokasikan Rp 2 miliar.

Dana tersebut, antara lain untuk pemberian makanan tambahan padat gizi Rp 1,6 miliar dan sisanya Rp 400 juta untuk mengurus kesehatan ibu hamil. "Dana tersebut dibagikan merata kepada 20 kabupaten," kata Taopan.

Sementara itu, dari Rote Ndao dilaporkan korban tewas gizi buruk bertambah satu menjadi enam orang, setelah Ibrahim Tasi (9 bulan) meninggal dunia Jumat (14/3) di RSUD Baa.

Ibrahim mulai dirawat Rabu lalu, namun akhirnya meninggal dunia karena komplikasi gizi buruk dan diare. Dengan demikian total korban tewas di NTT menjadi 8 orang, yakni dua di Kota Kupang dan enam lainnya di Rote Ndao.

Jems de Fortuna


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

2.239 Bayi di Surabaya Menderita Gizi Buruk
Ribuan Balita Bermasalah Gizi di Rote Ndao Diidentifikasi
Gizi Buruk di RSUD Dr Soewandhie Surabaya Meningkat
7.007 Keluarga Miskin di Madiun Mendapat Bantuan Gizi
Kondisi Balita Penderita Gizi Buruk Kritis
Gizi Buruk di NTB Menurun
Klaten Waspada Balita Gizi Buruk
Balita Gizi Buruk Nyaris "Tinggal Tulang"
Rp 900 Juta untuk Perbaikan Gizi Anak di Solo
Jawa Tengah Bebas Gizi Buruk Tahun 2008
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk119298 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

DKI Sisir Kawasan Radio Dalam
Rumah Duka Sophan Sophian Dikerumuni Wartawan
Menabrak Pakem Seni Trimatra
Sophan Meninggal Dalam Perjalanan Ke Rumah Sakit
Sophan Sophian Ingin Jadi Duta Besar

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data