|
Polisi Razia Pulau Wisata, 7 Pengedar Narkoba Tertangkap
Senin, 24 Maret 2008 | 13:30 WIB
TEMPO Interaktif, Mataram:Direktorat Reserse Narkotika Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat menahan tujuh pengedar dan pengguna narkoba di Pulau Wisata Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Barat.
Mereka diciduk dalam operasi besar-besaran Polda NTB yang melibatkan 137 personel polisi dan anjing pelacak menggunakan kapal Polisi Air, Jumat (21/3) sore. Mereka kedapatan membawa putaw, ganja dan ekstasi.
Tujuh tersangka yang sudah ditahan di Markas Polda NTB diperlihatkan kepada wartawan Senin (24/3) siang. Mereka adalah seorang perempuan, Ketut S, memiliki satu butir ekstasi warna hijau plus ekstasi yang sudah hancur, Tasmin dengan tiga poket dan sisa bubuk putaw, Ahmad Jaelani menyimpan satu poket kristal ditambah satu poket daun ganja, Abdurahman Omeng dengan empat poket besar 16 gram ganja, Rizal dengan satu poket seberat dua gram, Haryono dengan satu poket besar empat gram, Islahudin dengan setengah butir ekstasi. Yusri dan Ucok yang urinenya positif ganja tapi tidak memegang barang bukti dikenai wajib lapor.
Direktur Restik Polda NTB Komisaris Besar Ismail Bafadhal mengatakan hasil operasi dari pintu ke pintu di kawasan yang sangat banyak dikunjungi wisatawan mancanegara tersebut karena adanya pernyataan Gili Trawangan bebas polisi. "Katanya no polician, po police. Mana bisa, ini tidak bisa didiamkan. Di seluruh wilayah ini polisi bisa bertindak," ujarnya.
Kawasan wisata 3 Gili, yaitu Trawangan, Meno dan Air di Kabupaten Lombok Barat ditengarai merupakan pusat peredaran narkoba di Lombok. Apalagi, transportasi kapal pesiar dari Bali sangat lancar digunakan. Hanya karena pada hari itu terhalang hujan yang turun, operasi mengalami kendala sehingga barang bukti yang diperoleh tidak dalam jumlah besar.
Selama tahun 2008 ini sudah sekitar 30 kasus narkoba yang melibatkan 36 orang tersangka ditangani Polda NTB. Untuk kewaspadaan peredaran narkoba lebih lanjut di Pulau Wisata Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air yang berseberangan lokasinya, polisi akan menempatkan polisi pariwisata yang juga untuk mendukung Visit Indonesia Year.
Supriyantho Khafid
INDEKS BERITA LAINNYA :
|