|
Staf Lembaga Internasional Tinggalkan Atambua
Jum'at, 04 April 2008 | 13:22 WIB
TEMPO Interaktif, Kupang:Sejumlah LSM internasional yang bermarkas di Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, memutuskan untuk mengevakuasi seluruh stafnya dari wilayah itu dengan alasan keamanan.
Sejumlah sumber mengatakan penarikan ini terkait serangkaian ancaman dan intimidasi dari warga eks Timor Timur dalam beberapa hari terakhir. Ancaman serupa ditujukan kepada beberapa wartawan yang meliput aksi pendudukan gedung DPRD Belu empat hari terakhir.
Salah satu staf lokal Care Internasional, yang minta namanya tidak ditulis, mengatakan keputusan untuk mengevakuasi seluruh staf Care Internasional berasal dari pimpinan Care Internasional Jakarta dan Kupang dengan pertimbangan keamanan.
"Kami dalam perjalanan ke Kupang. Kantor kami di Atambua untuk sementara ditutup dan 22 orang staf lokal diliburkan sampai ada keputusan baru dari Jakarta. Salah satu staf internasional sudah dievakuasi terlebih dahulu ke Kupang, pada Selasa lalu," kata sumber tersebut, Kamis (3/4) malam.
Beberapa lembaga internasional yang sudah mengevakuasi stafnya dari Atambua, yakni Oxfam GB, Care Internasional, Save The Children, Christian Children Fund, World Food Programme dan beberapa LSM lokal yang bermitra dengan lembaga-lembaga internasional.
Kapolres Belu, Ajun Komisaris Besar Mulyadi Kaharni, yang dihubungi Kamis malam, mengaku belum mendapat laporan mengenai penarikan staf lembaga-lembaga kemanusiaan internasional tersebut dari Atambua. "Nanti saya cek. Sampai sekarang saya belum mendapat laporan," katanya.
Menurut Kapolres, selama ini pihaknya telah melakukan pengamanan kepada semua lembaga internasional di Atambua. "Setiap kantor lembaga asing ada dua orang polisi yang jaga," ujarnya.
Mengenai ancaman yang ditujukan kepada sejumlah wartawan di Atambua oleh eks pengungsi Timtim, Kapolres mengatakan apa yang diberitakan media massa cetak dan elektronik sesuai fakta di lapangan dan bukan hasil rekayasa.
Jems de Fortuna
INDEKS BERITA LAINNYA :
|