|
Situasi Atambua Kembali Mencekam
Senin, 07 April 2008 | 14:17 WIB
TEMPO Interaktif, Kupang:Situasi Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mencekam setelah ribuan eks pengungsi Timor Timur mencoba menyerang Markas Kepolisian Resort Belu, Senin (7/4) siang. Ratusan anggota Brigade Mobil Kepolisian Daerah NTT terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan dan memukul mundur para demostran.
Belum ada laporan adanya korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa itu. Namun puluhan toko dan pusat perbelanjaan di daerah itu menjadi sasaran eks pengungsi. ”Mereka melempar secara membabi buta karena dipukul mundur aparat,” kata Kepala Bidang Humas Polda NTT Komisaris Polisi Marthen Radja saat dihubungi di ruang kerjanya, Senin (7/4).
Menurut dia, tindakan tegas ini dilakukan karena para demonstran mencoba menyerang Markas Polres Belu yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari Markas Brimob. Kota Atambua, kata dia, berhasil dikuasai aparat sekitar pukul 13.00 Wita. Saat dipukul mundur itulah, menurut Marthen, para eks pengungsi melempar dan merusak berbagai fasilitas umum, termasuk melempar toko-toko dan pusat perbelanjaan. ”Kami belum dapat laporan apakah ada korban luka-luka saat polisi membubarkan aksi para eks pengungsi,” ujarnya.
Marthen menambahkan, ribuan eks pengungsi menyerang markas Polres Belu karena mendengar informasi bahwa pemimpin aksi ditangkap polisi. ”Ada empat provokator yang ditangkap polisi dan sementara digiring ke Kupang untuk diperiksa,” kata Marthen tanpa menyebut nama empat provokator yang ditangkap.
Namun menurut sejumlah sumber, dalam aksi itu hanya tiga pimpinan demonstran ditangkap. Mereka adalah Sekretaris Jenderal Forum Kemanusiaan Warga Negara Indonesia eks Timor Timur Korban Keputusan Politik Mateus BC Guedes, Aleks Muhammad (koordinator aksi), serta Feliks Fernandez (koordinator aksi).
Jems de Fortuna
INDEKS BERITA LAINNYA :
|