|
100 Lebih Warga Egon Dirawat
Jum'at, 18 April 2008 | 13:31 WIB
TEMPO Interaktif, Kupang:Lebih dari seratus warga Desa Egon, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, menderita berbagai penyakit setelah menghirup debu vulkanik yang disemburkan dari kawah Gunung Egon.
Kepala Puskesmas Waigete, Yosephina, mengatakan sebagian besar warga menderita penyakit infeksi saluran pernasapan akut (ISPA) dan sesak nafas. "Penyebab utama karena warga menghirup udara yang telah tercemar debu vulkanik. Sampai saat ini sekitar 100 lebih warga yang dirawat," katanya kepada Tempo hari ini.
Data dari Puskesmas Waigete menyebutkan, penderita sesak nafas sebanyak 62 orang, infeksi saluran pernafasan 53 orang, alergi 2 orang, penyakit kulit 5 orang, dan radang tenggorokan 11 orang. "Kami sudah menyampaikan kepada dinas sosial agar membagikan masker, tetapi stok sudah habis. Kebanyakan warga yang sakit mengaku tidak mendapat masker," kata Yosephina.
Welhelima Weli (42), warga Desa Egon, mengatakan mulai jatuh sakit sejak Rabu lalu. "Saya dan cucu sesak nafas sejak beberapa hari lalu. Saya tidak mendapat masker. Kata kepala desa, masker tidak ada," kata Welhelmina.
Sementara, Kepala Dinas Sosial NTT Frans Salim yang dihubungi di Kupang, mengatakan Bakornas Pusat telah menyatakan kesediaan untuk mengirim 30.000 masker dalam waktu dekat. Selain masker, Bakornas membantu sarung 500 lembar dan selimut 408 lembar. "Bantuan direncanakan dikirim dengan pesawat khusus milik TNI AU. Rencananya akan tiba pekan ini," ujar Frans.
Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung merekomendasikan kepada Pemerintah Kabupaten Sikka agar segera merelokasi warga yang berdomisili di sekitar Gunung Egon. Gunung yang berada pada 1.703 meter dari permukaan laut tersebut meletus dan mengeluarkan abu vulkanik serta berbagai material Selasa malam.
Jems de Fortuna
INDEKS BERITA LAINNYA :
|