Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Guru SMP Aniaya Belasan Siswa Hingga Pingsan
Jum'at, 25 April 2008 | 14:35 WIB

TEMPO Interaktif, Kupang:Marthinus Talan (54), guru Bahasa Inggris SMP Negeri 3 Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, dilaporkan ke Polres Kupang oleh sekitar 40 siswa karena melakukan peganiayaan yang menyebabkan belasan siswa pingsan dan sebagian lainnya muntah-muntah serta terancam gangguan syaraf.

Penganiayaan tersebut berlangsung Rabu (23/4) lalu, namun baru dilaporkan para orang tua siswa ke Mapolres Kupang setelah para siswa korban penganiayaan mengeluh sakit kepala dan muntah serta seorang lainnya patah tangan.

Tiga siswa yang paling parah, yakni Desy Ludji (13), Iren Leka (13) dan Adriana Liunokas (15). Ketiganya adalah siswa Kelas II sekolah tersebut. Desi Ludji, kepada wartawan di Kupang, Jumat (25/4), mengatakan penganiayaan terjadi pada Rabu lalu, sekitar pukul 10.00 WITAa saat para siswa mengikuti pelajaran bahasa Inggris di ruang kelas.

"Waktu itu kami mendapat tugas untuk dikerjakan siswa. Namun sampai dengan batas waktu, seluruh siswa belum selesai mengerjakan tugas, sehingga Pak Marthinus marah dan menganiaya kami satu per satu dengan cara memukul kami di bagian belakang menggunakan tangan," katanya. Dia menambahkan, pukulan tersebut sangat keras sehingga ia langsung pingsan kurang lebih tiga jam. "Tangan saya juga langsung keseleo karena berusaha menepis pukulan guru," tambahnya.

Korban lainnya, Iren Leka, mengaku bengkak di bagian kepala dan sempat muntah setibanya di rumah. Sedangkan Adriana Liunokas mengalamai patah tangan kiri karena ditarik paksa kemudian dipukul oleh Marthinus. "Kepala saya masih sakit sampai muntah berulang kali. Saya sempat sesak nafas dan mengalami sakit yang luar biasa di bagian perut," kata Adriana.

Pelaksana Harian Kasat Reskrim Polresta Kupang, Inspektur Satu Okto Wadu Here yang dihubungi di Kupang, mengatakan pihaknya tetap melakukan proses hukum kasus penganiayaan ini meski pihak sekolah mengupayakan agar masalah ini diselesaikan secara damai. "Masalah hukum tetap diproses," katanya.

Pelaku penganiayaan, Marthinus Talan, yang dikonfirmasi di Kupang, menolak berkomentar. Namun, menurut Kepala SMP Negeri 3 Kupang, Jhony da Costa, pihaknya mengupayakana masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan. "Sebagai pimpinan sekolah saya memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan kasus ini. Sikap siswa dan para orangtua untuk melaporkan kasus ini ke polisi kami hargai," katanya.

Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi karena pelaku penganiayaan emosi akibat tugas yang diberikan tidak diselesaikan tepat waktu. "Ada enam soal bahasa Inggris yang diberikan. Karena sampai dengan batas waktu tidak ada seorang pun siswa yang menerjakan soal tersebut, maka pelaku melakukan pembinaan dengan memukul para siswa," katanya. Dia mengakui, terdapat 40 siswa yang dipukul, tetapi tidak mengetahui dengan pasti berapa banyak yang pingsan dan muntah-muntah.

Jems de Fortuna

Dari Arsip Majalah TEMPO
Si Jenius yang Religius | 11 April 2005
Album | 28 Pebruari 2005
Berpacu Melawan Keterbatasan | 31 Januari 2005
Yang Bangkit di Bawah Tenda | 31 Januari 2005
Surat Pembaca | 24 Januari 2005
Berprestasi atau Tidak, Tergantung Ibu  | 29 Desember 1998
Nasib Mahasiswa  | 29 Desember 1998
Guru Autisme  | 22 Desember 1998
Dilatih Berani Bertanggung Jawab  | 22 Desember 1998
Carilah Pemimpin Sampai ke Amerika  | 22 Desember 1998
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

UI Tutup Program Diploma Tiga di Fakultas
Jawa Tengah Dicanangkan Sebagai Provinsi Kejuruan
Anak Kandung Bacok Ibunya
Murid di Balikpapan Terjaring Razia Warnet
Dunia Pendidikan terpuruk, Guru-Guru Cianjur Malah Jalan-Jalan ke Malaysia
111 Kabupaten Belum Tuntaskan Wajib Belajar
Buta Aksara di Kutai Kartanegara Tertinggi
DPRD DKI Setujui Beasiswa untuk 23 Ribu Siswa
Biaya Pendidikan di Jakarta Naik Dua Kali Lipat
Anggaran Pendidikan Dipangkas, Ribuan Guru Turun ke Jalan
> selengkapnya...

Referensi

Jalan Panjang Ujian Negara
Sebuah Hajat dengan Seribu Kebijakan

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122015 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Satu Orang Terluka di Kecelakaan Tol Tangerang
Kejaksaan Kembalikan Berkas Kasus Sinar Pacific
Persiba Siapkan Pengganti Peter Butler
Empat Korban Minuman Keras Masih dirawat, Tiga lainnya Tewas
Menteri Keuangan Kembali Bekukan Izin Kantor Akuntan Publik

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data