Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Diskriminasi Penderita HIV/AIDS di Papua Masih Tinggi
Minggu, 12 Agustus 2007 | 10:54 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Diskriminasi terhadap penderita HIV/AIDS di Papua masih sangat tinggi. Menurut Direktur Yayasan Persekutuan Pelayanan Masirey Jayapura, lembaga swadaya masyarakat yang mencermati masalah HIV/AIDS di Papua, Ester Wanda, masyarakat masih enggan menerima keberadaan penderita.
“Para penderita masih kerap dikucilkan,” katanya kepada Tempo, akhir pekan lalu di Jayapura, Papua.

Petugas kesehatan pun, kata dia, ikut mendiskriminasi para penderita. Dokter dan perawat cenderung menjaga jarak dengan para penderita. Bahkan, petugas kesehatan enggan memandikan penderita HIV/AIDS yang meninggal. “Sepertinya, pengetahuan mereka soal HIV/AIDS masih rendah,” ujarnya.

Saat ini, jumlah penderita HIV/AIDS di Papua merupakan yang tertinggi di Indonesia. Hingga Juni 2007, diperkirakan jumlah penderita HIV/AIDS sebanyak 3.377 orang. Mayoritas penyebab HIV/AIDS di Papua adalah hubungan seks bebas.

Ironisnya, lanjut Ester, pemerintah ikut mendiskriminasi para penderita. Diskriminasi itu terlihat dari Rancangan Peraturan Daerah Provinsi tentang Pembangunan Kesehatan di Papua yang sedang dibahas DPRD. Rancangan itu salah satunya berisi rencana memasang alat deteksi seperti mikrocip pada tubuh penderita untuk mengawasi penyebaran dan aktivitas para penderita.

Sejumlah lembaga swadaya masyarakat, jelas dia, telah meminta pemerintah tak membahas peraturan daerah tersebut. Sayangnya, pemerintah tetap membahas rancangan itu. “Yang bisa kami lakukan sekarang ini adalah menyadarkan masyarakat supaya tak mendiskriminasi para penderita,” katanya. PRAMONO

Dari Arsip Majalah TEMPO
Dialog Partai Politik  | 07 Juni 1999
Kisah Sebatang Jarum di Kampung Bali | 06 Desember 2004
Info Kesehatan | 06 Desember 2004
Jejaring Risiko Penularan HIV di Indonesia | 06 Desember 2004
Harapan dari Buah Merah | 06 Desember 2004
Jarum-Jarum Penyebar Maut | 06 Desember 2004
Bukan Perempuan Biasa | 06 Desember 2004
Bila Setia Tak Lagi Cukup | 06 Desember 2004
Cobalah Berobat ke Dunia Maya  | 30 Maret 1999
Virus AIDS Mewabah, Penyebarnya Punah  | 23 Pebruari 1999
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Jawa Barat Bangun AIDS Center Tahun Depan
Pendidikan Seks Diperjuangkan Masuk Sekolah di Bali
8.581 Anak Jalanan Terinfeksi HIV
Pasien HIV/AIDS di Jember Meninggal
Kesadaran Memeriksakan HIV/AIDS di Solo Rendah
Pemerintah Lakukan Studi Kelayakan Kondom Perempuan
Pendeteksian HIV Akan Diperluas
Penderita HIV Baru Terdeteksi 15 ribu Orang.
50 Modin Dilatih Memandikan Jenazah Penderita AIDS
Pelajar Bagi-bagi Kondom di Lokasi Pelacuran
> selengkapnya...

Referensi

Daftar Istilah Narkoba dan HIV/AIDS
Kumulatif Kasus AIDS dan Trend Epidemi di Indonesia sd akhir Des 2003
AIDS Case Rate di Indonesia Menurut Provinsi
HIV/AIDS
Kepres RI No. 12 Thn.1994 Tentang Badan Pertimbangan Kesehatan Nasional

Website

Ikatan Dokter Indonesia (IDI)
Departemen Kesehatan

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk105361 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data