|
Makassar
Kerugian Akibat Longsor Bawakaraeng Rp 22 Miliar
29 Maret 2004
TEMPO Interaktif, Makassar: Pemerintah Kabupaten Gowa menaksir kerugian materil akibat longsor di Gunung Bawakaraeng mencapai Rp 22 miliar. Kerugian terbesar berasal dari tertimbunnya sedikitnya 270 hektare perkebunan rakyat yang ditaksir sekitar Rp 10,08 miliar.
Hal tersebut dikemukakan Bupati Gowa, Hasbullah Djabar, dalam pemaparannya kepada Menteri Koordinaor bidang Kesejahteraan Rakyat Jusuf Kalla di Sungguminasa, Gowa, Minggu (28/3) malam.
Ia mengemukakan, bencana itu telah menyebabkan terkuburnya 800 ekor ternak, 12 unit rumah, satu sekolah dasar, 160 hektare persawahan, 160 hektare tanaman persawahan, 270 hektare areal perkebunan, 300.000 bibit pohon, jalan desa sepanjang 3.000 meter, dan satu masjid.
Hasbullah juga memperkirakan, lebih 30 warganya yang hingga kini belum ditemukan dan diperkirakan tewas tertimbun. Tim SAR Gabungan kesulitan untuk melakukan pencarian korban yang tertimbun lantaran tebal tanah longsoran mencapai sekitar 500 meter. Longsor itu sendiri disebut-sebut sebagai terbesar di Indonesia.
Akibat bencana itu, sedikitnya 60 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal. Hasbullah mengatakan, kemungkinan 60 KK itu akan direlokasi ke tempat lain yang aman. Sebab, Desa Lengkese, kampung mereka, tidak layak lagi kembali ditempati sehingga akan dibuatkan lokasi pemukiman baru. "Tidak memungkinkan lagi masyarakat tetap tinggal di sana (lokasi longsor)," katanya.
Sementara itu, Jusuf Kalla menyerahkan bantuan Rp 500 juta sebagai santunan kepada keluarga korban dan untuk membangun rumah yang rusak. Selain segera memperbaiki infrastruktur, Kalla meminta digalakkan penghijauan, terutama di daerah aliran sungai Jeneberang. Tahun lalu, ungkapnya, telah ditanam setengah juta pohon di lokasi itu. Sayang, baru berumur tiga bulan, sudah tertimbun longsor.
Dalam kesempatan itu, Kalla membantah isu masih aktifnya Gunung Bawakaraeng. Tanda-tanda sebagai gunung berapi yang aktif, katanya, tidak terlihat. Menurut dia, ciri-ciri gunung berapi biasanya ada sumber air panas dan mengeluarkan asap.
Selain Kalla, Gubernur Sulawesi Selatan Amin Syam juga memberikian bantuan sebesar Rp 50 juta, beras 3 ton, pakaian bekas dan mie instant. Bantuan lain berasal dari Harley Davidson Club (HDC) Makassar sebesar Rp 16 juta ditambah 10.642 mie instant. 150 karung beras, 200 kg gula, dan 160 kg ikan kering.
Irmawati - Tempo News Room
|