|
Nusa
Simpatisan PKS Makassar Lakukan Salat Idul Adha
Kamis, 20 Januari 2005 | 16:30 WIB
TEMPO Interaktif, Makassar: Sebagian kaum muslim di Makassar, Sulawesi Selatan, melaksanakan salat Idul Adha, Kamis (20/1) pagi. Mereka memadati tempat-tempat pelaksanaan salat seperti di Pondok Pesantren Hidayatullah di kompleks Bumi Tamalanrea Permai (BTP), Masjid Taqwa di BTP Makassar, Jl Hertasning Makassar, dan lapangan Maccopa, Kabupaten Maros.
Salat Idul Adha itu dilaksanakan oleh anggota dan simpatisan Partai Keadian Sejahtera (PKS) Sulawesi Selatan. Tetapi salat tidak hanya diikuti masssa PKS, juga diikuti sebagian warga Muhammadiyah, Wahdah Islamiyah, dan Pesantren Hidayatullah. Mereka tidak hanya warga Makassar, tetapi juga berasal dari berbagai daerah seperti Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep.
Jamaah yang memilih mengikuti salat Idul Adha di Pesantren Hidayatullah tampak mulai berdatangan usai salat Subuh. Salat Idul Adha dilaksanakan pukul 07.00 Wita. Cuaca yang semalam diguyur hujan deras, terlihat cerah pada pagi hari.
Para khatib salat Idul Adha umumnya memilih tema bencana tsunami dalam khutbahnya. Menurutnya, bencana gempa bumi dan gelombang tsunami di Aceh dan Sumatera Utara bukan sekadar peristiwa alam. Bencana tersebut merupakan teguran Allah SWT.
Ketua DPW PKS Sulsel, Qayyim Munarka, menjelaskan, keputusan melaksanakan salat Idul Adha itu menyusul fatwa Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menyatakan pelaksanaan Salat Idul Adha, Kamis (20/1).
Qayyim, yang juga anggota DPRD Sulsel, mengatakan, dalam fatwa tersebut dikatakan hari Arafah di Tanah Suci jatuh Rabu (19/1). Kemudian keesokan harinya, Kamis (20/1), pelaksanaan Salat Idul Adha. Urutan pelaksanaan haji itulah yang menjadi alasan turunnya instruksi dari Dewan Syuro yang memutuskan pelaksanaan Salat Idul Adha di tanah air dilaksanakan Kamis (20/1).
Pemerintah Indonesia sendiri menetapkan Idul Adha jatuh pada Jumat (21/1). Umat Islam yang melaksanakan salat Idul Adha pada hari ini mengacu pada keputusan pemerintah Arab Saudi, yang memutuskan Idul Adha jatuh pada Kamis (20/1).
Seorang kader PKS yang juga anggota DPRD Makassar, Ali Arifin, mengatakan, adanya perbedaaan waktu pelaksanaan salat Idul Adha itu tidak perlu dibesar-besarkan. Perbedaaan pendapat tersebut, katanya, harus dihargai.
Irmawati?Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|